<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>arabika &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/arabika/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "arabika"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 19:20:01 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[KOPI]]></title>
<link>http://bowgank.wordpress.com/?p=103</link>
<pubDate>Wed, 28 May 2008 05:46:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>bowgank</dc:creator>
<guid>http://bowgank.id.wordpress.com/2008/05/28/kopi/</guid>
<description><![CDATA[Siapa yang tidak mengenal jenis minuman ini, hampir semua orang di dunia ini pasti mengenalnya. Minu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Siapa yang tidak mengenal jenis minuman ini, hampir semua orang di dunia ini pasti mengenalnya. Minuman ini meduduki peringkat kedua sebagai jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi. Lebih dari 6 milyar orang menyerupu secangkir kopi setiap hari. Kopi juga merupakan komoditas terpenting nomor 2 setelah minyak bumi, dengan 500 milyar orang yang terlibat di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata <em>coffee</em> berasal dari bahasa Arab, <em>qahwa</em>, yang merupakan singkatan dari <em>qahwa al bun</em> yang berarti ‘anggur dari kacang'. Kata ini kemudian diadopsi oleh bangsa Turki (<em>kahve</em>), Italia (<em>caffe</em>), dan Inggris (<em>coffee</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada umumnya kita mengenal 2 buah jenis kopi, yaitu Robusta (<em>coffea canephora</em>) dan Arabika (<em>coffea Arabica</em>). Kopi Arabika lebih cocok sebagai minuman dibanding Robusta karena memiliki rasa yang tidak terlalu pahit dan aroma yang lebih kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Walau jenisnya sama, rasa dan aroma biji kopi berbeda-beda dipengaruhi oleh lokasi penanaman (daerah tumbuh) varietas (subspesies), dan cara pemrosesan. Beberapa daerah di Indonesia yang terkenal akan produksi kopinya antara lain adalah Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Sayangnya, saya baru mencoba kopi dari 2 daerah yaitu Jawa Timur dan Lampung.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Jawa Timur, masyarakat cenderung mencampur biji kopi dengan jagung atau beras dengan perbandingan 1:1. Sebagai contoh 1 kg biji kopi akan dicampur dengan 1 kg jagung atau beras. Semua bahan-bahan tersebut disangrai dan kemudian dihaluskan/digiling. Sedangkan kopi Lampung yang saya coba adalah benar-benar 100% murni biji kopi. Kopi ini saya peroleh dari seorang teman yang berasal dari daerah tersebut dan kebetulan orang tuanya memiliki perkebunan kopi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kopi Aroma Bandung]]></title>
<link>http://blegedes.wordpress.com/2008/01/24/kopi-aroma-bandung/</link>
<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 08:38:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>blegedes</dc:creator>
<guid>http://blegedes.id.wordpress.com/2008/01/24/kopi-aroma-bandung/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini rasanya ngantuk banget di kantor. Bukan kurang tidur, tapi karena 2 hari ini setress nyiapi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini rasanya ngantuk banget di kantor. Bukan kurang tidur, tapi karena 2 hari ini <i>setress </i>nyiapin bahan dan ikut klarifikasi untuk tender di salah satu operator komunikasi data. Ngantuknya gak kepalang banget, apalagi tadi perut sudah diisi sama nasi padang nan berlemak, <i>onde mande sleepy-</i>nya. Kalau sudah ngantuk gini, biasanya pengen banget nyeruput kopi hitam hangat dengan gorengan.</p>
<p>Di Jakarta, banyak kafe yang menawarkan kopi dengan berbagai racikan. Tapi menurut saya, kopi yang terbaik yang pernah saya cicipi adalah kopi buatan "Fabriek Koffie Aroma" <i>made in </i>Bandung. Pabrik kopi dengan merk "Aroma" ini sudah ada sejak tahun 1930-an, dan menurut yang punya, ia adalah generasi ke-3 dari pemilik pabrik tersebut.</p>
<p>Ada banyak macam kopi berdasarkan daerah asalnya. Mau kopi Lampung, Toraja, Gayo, Timor, dan lain-lain. Tapi kalau sudah dipanggang, biasanya cuman dibagi atas 2 kategori umum, kopi arabika dan kopi robusta. Saya paling suka kopi arabika, karena aromanya paling harum dibanding kopi robusta, cuman kompensasinya perut harus kuat, karena kopi arabika lebih asam dibading kopi robusta. Kalau kopi robusta, kata si engkoh yang punya pabrik, paling cocok buat kopi tubruk (gak pake gula). Hebatnya, biji kopi yang baru dipanen tidak langsung dipanggang untuk dijadikan bubuk kopi, tapi diperam dulu selama 2 tahun untuk mengurangi kelembaban dan mempertahankan aroma dan cita rasa aslinya. Dan panggangannya menggunakan kayu bakar, sehingga aroma kopi yang sudah dipanggang terasa sekali. Kalau sudah diracik sesuai keinginan sendiri, Starbucks dan Coffee Bean mah lewat.</p>
<p>Kalau tertarik, silakan susuri jalan Banceuy di Bandung. Cari bangunan tua di pertigaan di tengah jalan Banceuy, atau tanya pada orang sekitar, "Fabriek Koffie Aroma" gampang ditemukan. Bisa pesan kiloan atau kalau mau coba bisa pesan dengan ukuran sesuai budget duit di kantong. <i>Koffiee Aroma? Lekker zegh...</i></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
