<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>anjuran &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/anjuran/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "anjuran"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 13:01:49 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Mari Bersedekah Wahai Muslimah ...]]></title>
<link>http://investasiabadi.wordpress.com/?p=132</link>
<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 08:47:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>investasiabadi</dc:creator>
<guid>http://investasiabadi.id.wordpress.com/2008/09/09/mari-bersedekah-wahai-mushlimah/</guid>
<description><![CDATA[dakwatuna.com - Pernahkah Anda berdagang mendapat keuntungan sepuluh kali lipat? Alangkah bodohnya k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>dakwatuna.com - </strong>Pernahkah Anda berdagang mendapat keuntungan sepuluh kali lipat? Alangkah bodohnya kita jika menolak mendapat keuntungan tujuh ratus kali lipat!</p>
<p>Keshahihan transaksi itu Rasulullah saw. sendiri yang menjamin. “Barangsiapa yang menafkahkan hartanya untuk membantu peperangan di jalan Allah, maka akan dilipatgandakan pahalanya menjadi tujuh ratus,” begitu kata Rasulullah saw. (Tirmidzi, hadits nomor 1625)</p>
<p>Karena itu tak datang kepada Rasulullah saw. seorang lelaki dengan membawa seekor untanya, seperti yang diceritakan Abu Mas’ud Al-Anshari r.a. Ia berkata, “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. dengan menuntun seekor unta yang dilubangi hidungnya. Kemudian ia berkata, ‘Unta ini saya pergunakan untuk berperang di jalan Allah, wahai Rasulullah.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Kamu akan mendapatkan tujuh ratus unta semisal itu pada hari kiamat, semua dilubangi hidungnya.’” (Muslim, hadits nomor 3508)</p>
<p>Sungguh ini kabar gembira dari Rasulullah saw. Apa yang kita sedekahkan di jalan Allah, kita akan mendapat gantinya hal serupa tujuh ratus kali lipat. Jika kita wakafkan satu rumah untuk majelis taklim, Allah swt. akan mengembalikan 700 rumah kepada kita. Jika kita wakafkan sebuah mobil Kijang Inova, Allah swt. akan membalas dengan 700 mobil Kijang Inova semisal yang kita wakafkan.</p>
<p>“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menunbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai seratus butir. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261)</p>
<p>Begitulah janji Allah kepada orang yang berinfak dengan niat yang ikhlas karena Allah swt. semata. Dan infaknya pun disalurkan kepada tempat yang benar, kepada orang-orang yang berhak. Rasulullah saw. mengajarkan perihal ini kepada para sahabatnya. Bahkan, kepada Bilal yang termasuk kalangan sahabat yang fakir secara finansial. “Wahai Bilal, berinfaklah! Jangan takut kekurangan dari Dzat yang mempunyai langit,” demikian sabda Rasulullah saw. (Shahih Al-Jami, hadits nomor 1612)</p>
<p>Jika Bilal yang miskin saja Rasulullah saw. menganjurkan berinfak, bagaimana dengan sahabat yang berpunya?</p>
<p>Anjuran berinfak bukan saja kepada kaum lelaki. Rasulullah saw. bahkan berwasiat khusus kepada kaum wanita. Saat bertemu dengan Asma’, Rasulullah saw. berkata, “Berinfaklah dan janganlah kamu menghitung-hitung hartamu, karena Allah juga akan menghitung-hitung rezeki-Nya untukmu. Dan janganlah engkau bakhil dengan hartamu, karena Allah juga akan bakhil kepadamu.” (Bukhari, hadits nomor 2420)</p>
<p>Pada kesempatan lain, saat usai shalat Idul Adha di sebuah tanah lapang, Rasulullah saw. berseru, “Wahai manusia, bersedekahlah kalian!” Kemudian beliau menuju ke tempat para wanita dan bersabda, “Wahai para wanita, bersedekahlah kalian semua, karena aku telah melihat banyak penghuni neraka adalah dari golongan kalian.”</p>
<p>Mereka berkata, “Ya Rasulullah, mengapa hal itu bisa terjadi?” Rasulullah saw. menjawab, “Karena kalian sering melaknat dan mengingkari pemberian suami. Aku tidak pernah melihat golongan yang lemah akal dan agamanya, namun dapat menghilangkan kejernihan akal seorang lelaki yang teguh selain dari kalian, wahai para wanita.”</p>
<p>Setelah mendengar anjuran itu, para wanita itu segera melepas anting-anting dan cincin mereka. Para shahabiyah itu bersegera menunaikan anjuran Rasulullah saw. Bersedekah.</p>
<p>Kemudian Rasulullah saw. pergi. Sesampai di rumah, datanglah Zainab, istri Abdullah bin Mas’ud. Ia meminta izin untuk bertemu. Salah seorang istri beliau pun berkata, “Wahai Rasulullah, ini ada Zainab.” Kemudian Rasulullah saw. bertanya, “Zainab siapa?” “Zainab istri Abdullah bin Mas’ud,” jawab istri beliau. Rasulullah saw. berkata, “Izinkan ia masuk.”</p>
<p>Setelah masuk, Zainab berkata, “Wahai Nabi Allah, hari ini Engkau telah menyuruh kami untuk bersedekah, dan aku mempunyai perhiasan yang ingin aku sedekahkan, namun Ibnu Mas’ud beranggapan bahwa ia dan anak-anaknya yang lebih berhak menerima sedekahku.” Rasulullah saw. bersabda, “Ibnu Mas’ud benar. Suamimu dan anak-anakmu adalah orang-orang yang paling berhak menerima sedekahmu.” (Tirmidzi, hadits nomor 664)</p>
<p>Begitulah para wanita di zaman Rasululllah saw. Mereka selalu bersegera jika melihat peluang untuk beramal dan berbuat kebajikan. Tidak berpikir dua kali. Sungguh beda dengan kita. Meski setiap hari melihat korban bencana di televisi dan membaca berita bayi-bayi menderita busung lapar di koran, semua itu tidak menggerakkan tangan kita untuk mengulurkan bantuan. Masih asyik dengan hobi kita bershopping ria ke mall-mall.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan Pernah Remehkan Waktu Tidur]]></title>
<link>http://edofaqeeh.wordpress.com/?p=12</link>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 14:58:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>edofaqeeh</dc:creator>
<guid>http://edofaqeeh.id.wordpress.com/2008/06/17/jangan-pernah-remehkan-waktu-tidur/</guid>
<description><![CDATA[Kompas, Jumat, 13 Juni 2008 | 01:42 WIB 
EVY RACHMAWATI
Malam hari adalah saat bagi kita  untuk mere]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Kompas, Jumat, 13 Juni 2008 &#124; 01:42 WIB </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">EVY RACHMAWATI</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Malam hari adalah saat bagi kita  untuk merebahkan diri di atas ranjang hingga terlelap tidur. Tatkala tidur,  hampir semua organ tubuh mengistirahatkan diri. Tak heran jika tubuh kita lebih  bugar ketika bangun tidur pada pagi hari.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Tidur juga dapat membuang sel-sel  rusak dan mengganti dengan yang baru dengan meregenerasi dan membentuk sel baru.  ”Tiap hari ada sel-sel mati, tapi dengan jumlah tertentu dan diregenerasi dengan  sel-sel baru. Harus ada keseimbangan antara sel-sel mati dan sel-sel tumbuh.  Kalau tak ada regenerasi, fungsi organ akan turun,” kata ahli THT Syahrial dari  FKUI-RSCM.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Namun, tidak semua sel  beristirahat saat kita tidur. Ada juga sel-sel yang tetap bekerja saat tidur,  misalnya jantung dan paru-paru. Akan tetapi, saat tidur kapasitas kerja organ  tersebut pada tingkat metabolisme sel terendah (jumlah minimal energi yang  dipakai untuk kehidupan dasar), di antaranya denyut jantung menurun.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Tidur selama 6-8 jam cukup untuk  mengistirahatkan semua sel. Menurut Syahrial, tidur berlangsung dalam empat  fase, saat awal tidur dengan non-rapid eyes movement (non-REM) sampai memasuki  REM, dan akhirnya tidur nyenyak (dream sleep). Kalau fase tidur lelap cukup  lama, istirahatnya cukup baik. Itu bisa dibedakan melalui analisis gelombang  otak. ”Kalau tidur terganggu, proses regenerasinya akan terganggu,” kata  Syahrial.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Jika lama tidur minimal enam jam,  waktu dream sleep akan terpenuhi. Sementara kalau tidur kurang dari enam jam,  fase dream sleep berkurang sehingga lebih sulit mencapai regenerasi semua sel.  ”Tubuh kita diciptakan sedemikian rupa sehingga siang hari beraktivitas dan  malam hari beristirahat. Pada siang hari, dream sleep lebih susah dicapai karena  pengaruh hormonal, suhu ruangan, dan suara berisik,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Ahli fisiologi FKUI-RSCM, dr  Moehammad Djauhari, menjelaskan, saat tidur terjadi peningkatan produksi hormon  pertumbuhan yang berguna untuk menyimpan dan memperbaiki struktur protein.  Sintesis protein dibutuhkan saat penggantian jaringan. ”Tubuh punya irama  harian. Jadi, tidur siang tidak akan selelap tidur malam. Karena itu, sekresi  hormon untuk mengganti protein lebih efektif jika tidur malam,”  katanya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Selain menguraikan simpanan  lemak, hormon pertumbuhan juga berfungsi memengaruhi metabolisme tubuh dan  menyebabkan dikeluarkannya hormon lain seperti insulin-like growth factor  (faktor pertumbuhan yang menyerupai insulin/IGF). IGF-1 berfungsi untuk  pertumbuhan dan mempertahankan tulang, IGF-2 untuk pertumbuhan organ tubuh bukan  tulang.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Meningkatnya hormon pertumbuhan  terjadi saat kita tidur maupun beraktivitas fisik. Berdasarkan irama harian,  hormon pertumbuhan meningkat saat tidur lelap menjelang larut malam, sekitar  pukul 10-12 malam. Lewat tengah malam, produksi hormon itu menurun dan sedikit  naik lagi pada pukul tiga dini hari. ”Semua hormon itu ada irama hariannya, ada  jam- jam tertentu produksi meningkat. Jadi, kita akan kehilangan masa puncak  produksi hormon pertumbuhan kalau tidur terlalu malam,” kata  Djauhari.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Seseorang juga lebih mudah  mengantuk dan tidur lelap malam hari, terutama jika pencahayaannya gelap karena  terjadi peningkatan hormon melatonin yang dibutuhkan untuk lelapnya tidur.  ”Belum ada bukti secara ilmiah apakah tidur siang juga memproduksi hormon  pertumbuhan dalam jumlah sama dengan malam hari,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Gangguan kesehatan</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Daniel Kripke, co-director riset  di Scripps Clinic Sleep, di La Jolla, California, kepada majalah Time baru-baru  ini menyatakan, pada tahun 2002, ia membandingkan tingkat kematian pada lebih  dari satu juta orang dewasa Amerika, sebagai bagian dari studi pencegahan  kanker, terkait rata-rata lama tidur mereka setiap malam. Studi serupa juga  dilakukan di Eropa dan Asia Timur.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Studi memperlihatkan, seseorang  yang tidur 6,5-7,5 jam setiap malam, hidup lebih panjang. Seseorang yang tidur  delapan jam atau lebih maupun tidur kurang dari 6,5 jam per hari ternyata tidak  hidup lebih panjang. Ada banyak risiko terkait dengan tidur terlalu banyak dan  tidur terlalu pendek. Tidur selama 8,5 jam sedikit lebih buruk dibandingkan  dengan tidur selama lima jam.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Tingkat kesakitan terkait dengan  lama tidur sangat singkat dan sangat panjang diasosiasikan dengan banyak  penyakit, di antaranya depresi, obesitas, dan penyakit jantung. Akan tetapi,  lama tidur dilihat dari standar kesehatan di tempat sama ternyata tidak jauh  berbeda. Yang terbanyak adalah 7-8 jam, tetapi ada beberapa orang tidur selama  enam jam dan sembilan jam.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">”Seseorang yang tidur 6,5-7,5 jam  diperkirakan hidup lebih lama, tetapi alasan, penyebab, dan efeknya belum  diketahui. Jadi, belum dipahami apakah seseorang yang tidurnya singkat dapat  hidup lebih lama dengan memperpanjang waktu tidur, dan apakah seseorang yang  tidur panjang dapat hidup lebih lama dengan memasang alarm jam agar bisa bangun  lebih awal. Ini masih perlu tes lagi,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">”Kita bisa mencegah insomnia dan  mengurangi stres hanya dengan memberi tahu seseorang bahwa tidur singkat bukan  masalah,” kata Kripke. Selama ini kita dianjurkan tidur 8-9 jam sehingga kita  sulit memulai tidur dan sering bangun sepanjang malam. Studi memperlihatkan,  pada penderita insomnia, dengan tidak berbaring di atas tempat tidur jika tidak  mengantuk dan mengatur waktu tidur akan membantu tidur lebih lama. Mereka jadi  percaya diri dan tak khawatir sulit tidur jika berada di ranjang.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Tidur adalah kebutuhan</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Sebelum Thomas Edison menemukan  listrik pada tahun 1880, orang tidur rata-rata 10 jam per hari. Kini, menurut  National Sleep Foundation, orang Amerika rata-rata tidur 6,9 jam setiap malam  dan 7,5 jam semalam pada akhir pekan. Diperkirakan 40 juta orang Amerika  berjuang mengatasi gangguan tidur per tahun.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">”Kelompok yang dapat tidur  optimal makin sedikit. Seseorang yang tidur hanya enam jam atau kurang akan  mengalami banyak masalah,” kata Dr Chris Drake, peneliti senior Henry Ford  Hospital Sleep Disorders and Research Center di Detroit sebagaimana dikutip  HealthDay News.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Meski kalangan ahli  merekomendasikan tidur 7-8 jam tiap malam, lama tidur yang diperlukan tiap  individu bisa bervariasi. Namun, efek kurang tidur terhadap kinerja seseorang  dapat segera terlihat. Jika Anda mengubah kebiasaan tidur, efeknya segera  terlihat. Anda dapat membuat keputusan buruk dan kehilangan sesuatu,”  ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Dalam jangka panjang, gangguan  tidur bisa menimbulkan masalah kesehatan di antaranya obesitas, hipertensi,  masalah jantung, dan depresi. ”Hormon pemroses nafsu makan mulai terganggu yang  ditandai berkurangnya jumlah leptin (hormon penekan nafsu makan) ketika  seseorang tidur terlalu singkat. Pada saat sama, ghrelin (hormon pendorong nafsu  makan) meningkat jika kurang tidur,” kata Drake.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Kurang tidur juga mengganggu  kemampuan tubuh untuk mengatur glukosa dan dapat menyebabkan peradangan yang  bisa memicu masalah jantung dan meningkatkan tekanan darah. Stres juga dialami  seseorang jika kehilangan waktu tidur.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Tipe seseorang yang kurang tidur  juga dibagi dalam dua kelompok. Pertama, kelompok yang pergi tanpa cukup tidur  sebagai bagian dari budaya. Seseorang bangga pada dirinya jika sedikit tidur.  Anda akan mendengar seseorang dengan bangga mengatakan ”saya hanya butuh enam  jam untuk tidur setiap malam”. ”Jadi, agar terkesan maskulin,” kata Direktur  Sleep and Performance Research Center di Washington State University Dr Greg  Belenky.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Pada kelompok lain, seseorang  tidur dalam waktu pendek karena mengalami gangguan tidur di antaranya insomnia,  henti napas saat tidur sehingga sering terbangun. Henti napas saat tidur paling  banyak dijumpai pada kasus gangguan tidur dan akan berdampak serius jika tidak  diobati. ”Anda bangun karena henti napas saat tidur. Anda tidak dapat tidur dan  bernapas saat bersamaan. Ini faktor risiko berkembangnya penyakit  kardiovaskular,” ujar Drake.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Banyak orang yang mengalami  gangguan tidur akan menggunakan obat-obatan sedatif. Badan Pengawas Obat dan  Makanan Amerika Serikat (FDA) menyerukan kepada para produsen obat-obatan  sedatif-hipnotik untuk memperjelas label peringatan mereka. Aksi ini sebagai  tindak lanjut laporan bahaya reaksi alergi dan efek samping terhadap perilaku  pasien seperti sering menelepon, mengonsumsi makanan, atau berhubungan intim  saat tidur.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Drake dan Belenky menyatakan, pil  tidur bagus digunakan dalam jangka pendek atau hanya merupakan solusi sementara.  Jika seseorang mengalami insomnia atau mencoba tidur pada waktu yang salah  karena telah bepergian melintasi wilayah dengan perbedaan waktu, penggunaan pil  tidur bisa efektif. Akan tetapi, pil tidur ini tidak akan membantu masalah tidur  yang kronis.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Departemen Kesehatan Amerika  Serikat memberi sejumlah tip untuk mendapat waktu tidur bagus, di antaranya  tidur sesuai jadwal, menghindari konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol sebelum  tidur, menghindari konsumsi daging terlalu malam, bersantai sebelum tidur,  membaca buku atau mendengar musik irama lembut. Jika masih terjaga setelah lebih  dari 20 menit berbaring di ranjang, bangun dan kerjakan sesuatu yang membuat  relaks hingga mengantuk.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Agar regenerasi sel-sel tubuh  tercapai, gangguan tidur harus dicari penyebabnya. Jika tidak segera diatasi,  masalah tidur itu akan menghambat regenerasi sel-sel sehingga menurunkan fungsi  organ tubuh.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">”Apabila seseorang berubah jam  tidurnya dari malam hari jadi siang hari, ada yang bisa beradaptasi tapi banyak  juga yang jadi lebih mudah sakit,” ujar Syahrial.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Larangan dan Anjuran Selama Memakai Behel]]></title>
<link>http://jagakesehatan.wordpress.com/?p=19</link>
<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 05:36:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>zidni</dc:creator>
<guid>http://jagakesehatan.id.wordpress.com/2008/04/08/larangan-dan-anjuran-selama-memakai-behel/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa anjuran yang biasanya diberikan oleh dokter gigi kepada pasien yang memakai behel atau kawa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Beberapa anjuran yang biasanya diberikan oleh dokter gigi kepada pasien yang memakai behel atau kawat gigi adalah sebagai berikut: </span></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;"></span><!--[endif]--><span style="font-family:Arial;">Selalu menyikat gigi setelah menyantap makanan</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Bawalah sikat gigi atau tusuk gigi kemanapun anda pergi</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Gunakan sikat gigi khusus atau sikat gigi yang memiliki buku sikat lembut</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Berkumur dengan air garam untuk mengurangi ngilu</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Gunakan obat penahan rasa sakit untuk sakit kepala untuk mengatasi rasa ngilu</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Gunakan benang <em>floss</em> selama memakai behel</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Berkumur dengan obat kumur sebelum tidur</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Melakukan perawatan ke dokter gigi secara berkala</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> Sedangkan larangan yang biasanya diberikan kepada pemakai behel adalah: </span></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;"><span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Arial;">Jangan memakan daging yang liat dan keras</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Jangan memakan permen karet</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Jangan mengutak-atik behel yang telah terpasang</span></li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
