<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>anda-puas-saya-loyo &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/anda-puas-saya-loyo/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "anda-puas-saya-loyo"</description>
	<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 19:20:48 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Yeyen Lidya, Antara Seksi dan Payudara Besar]]></title>
<link>http://kampungartis.wordpress.com/?p=151</link>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 12:45:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>kampungartis</dc:creator>
<guid>http://kampungartis.id.wordpress.com/2008/07/14/yeyen-lidya-antara-seksi-dan-payudara-besar/</guid>
<description><![CDATA[Yeyen, Besar dari sononya ! 
Gara-gara ukuran payudaranya besar, banyak orang bilang Yeyen Lidya ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="" align="aligncenter" width="250" caption="Yeyen, Besar dari sononya ! "]<img src="http://www.rileks.com/images/content/12159507300.jpg" alt="Yeyen, Besar dari sononya ! " width="250" height="324" />[/caption]
<p><strong>Gara-gara <em>ukuran payudaranya </em>besar, banyak orang bilang <strong>Yeyen Lidya </strong>bertubuh seksi. Tetapi gadis tomboy itu tidak pernah mengaku kalau dirinya seksi.<!--more--></strong></p>
<p><strong>“Gue nggak seksi kok,” kata Yeyen.</strong></p>
<p><strong>Kalimat itu terus-terusan diucapkan Yeyen, karena banyak yang bilang penampilan perdananya di film <strong><em>Anda Puas Saya Loyo</em></strong> terlihat seksi dan bikin dada setiap pria deg-degan.</strong></p>
<p><span style="color:#339966;"><strong><strong><span style="font-size:x-small;">"Orang banyak yang bilang gue seksi. Tapi gue sendiri nggak merasa begitu. Biasa saja," jelas Yeyen sambil nyengir</span><br />
</strong></strong></span><strong><br />
Film terbarunya ini dimainkannya bareng Komeng, Andy Soraya, Ruben Onsu dan Bowby Tince.</strong></p>
<p><strong>Tapi bukan Yeyen namanya kalau nggak tampil beda. Kalau pemain lainnya pakai kaos promosi bertuliskan judul filmnya dengan gaya apa adanya, Yeyen sedikit berbeda. Karena kaosnya sedikit kebesaran,Yeyen pun menambah aksesoris yang malah membuat payudaranya menjadi pusat perhatian.</strong></p>
<p><strong>“Iya, kaos ini kebesaran. Jadi gue pakai ini biar enak,” kata Yeyen sambil membenarkan korset warna hitam yang melingkar di perutnya.</strong></p>
<p><strong>Korset yang dipakai Yeyen itu justru menonjolkan payudaranya. Karena kaos yang kebesaran itu jadi terlihat ngepas di perut, sementara payudara Yeyen jadi terlihat besar sekali.</strong></p>
<p><strong><strong><span style="font-size:x-small;color:#339966;">"Memang udah besar sih. Dari sononya emang udah gede,' ujar Yeyen blak-blakan.</span></strong></strong></p>
<p>------------------</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Two Much]]></title>
<link>http://ryudeka.wordpress.com/?p=434</link>
<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 09:36:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
<guid>http://ryudeka.id.wordpress.com/2008/07/13/loyo/</guid>
<description><![CDATA[Katanya nih, sesuatu yang serba &#8216;terlalu&#8217; itu tidak baik. Terlalu baik. Terlalu cinta. T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Katanya nih, sesuatu yang serba <strong><em>'terlalu' i</em></strong>tu tidak baik. Terlalu baik. Terlalu cinta. Terlalu kenyang. Terlalu pede. Pokoknya yang pakai kata 'terlalu' itu, biasanya nggak baik,lah. Karena porsinya berlebihan, tidak sesuai dengan takaran normal. Sebaiknya? Sebaiknya yang sedang-sedang saja. Cukupan. Percayalah, saya baru saja mengalami trauma, semacam <em>disorientasi</em>, gara-gara mengalami yang 'terlalu' ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi Jumat Malam, saya dan teman saya <strong>Ndut</strong> pergi menghabiskan malam libur ini dengan nonton di Studio 21 Ambarukmo Plasa. Ini pun setelah kami harus melewati perjalaan yang cukup panjang dan berliku. Well, bukan kami sih, tapi SAYA! Saya yang merasakan penderitaan kaki pegal-pegal, demi 2 buah tiket bioskop! Sebenarnya rencana nonton sudah dicanangkan pada hari Kamis, tapi kemudian batal karena begitu saya  masuk ke Studio itu, antrian sudah padat merayap. Menggila. Maklum, musim liburan. Makanya, keesokan harinya saya memutuskan untuk datang lebih awal supaya tidak perlu ngantri beli tiket. Tapi ternyata saya salah, karena sepertinya seluruh orang pun berpikiran sama. Jam 10.04 pagi, begitu saya sampai disana, ruangan udah penuh sesak oleh antrian! <em>What the... </em>ya sudahlah, masa harus batal lagi? Terpaksalah ikutan ngantri. Untunglah waktu 20 menitan saya mengantri, terbalas dengan berhasilnya saya mendapatkan <em>seat </em>yang enak.</p>
<p style="text-align:justify;">Nonton apa sih?<!--more--></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.wordpress.com/files/2008/07/mv5bmtixoty1njuyn15bml5banbnxkftztcwmjmxmdk1mq_v1_sx89_sy140_1.jpg"><img class="size-medium wp-image-437 aligncenter" src="http://ryudeka.wordpress.com/files/2008/07/mv5bmtixoty1njuyn15bml5banbnxkftztcwmjmxmdk1mq_v1_sx89_sy140_1.jpg?w=89" alt="" width="110" height="171" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jam 19.30 kami masuk ke dalam Studio 4 dalam keadaan film sudah dimulai (luar biasa memang ni bisokop! Selalu memulai filmnya 5 menit lebih awal!). Pertama-tama duduk, kami sebenarnya agak-agak jengah karena dari sana sini terdengar suara anak2 kecil tertawa cekikikan. Bukan, kami tau itu bukan suara mahluk halus atau sejenisnya, tapi memang suara dari anak-anak kecil yang banyak bertebaran dimana-dimana bersama orang tuanya. Ya ya ya, film yang kami tonton saat itu memang masuk kategori film keluarga ya. Dan saat inipun sedang musim liburan sekolah.  Jadi kami memang berusaha untuk berdamai dengan keadaan, dan berusaha tetap menikmati film, ditengah2 suara-suara anak2 kecil yang tertawa melengking, bahkan sebelum filmnya sampai di adegan-adegan yang lucu. Hrrrrrrr....</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi untungnya film yang kami tonton itu luar biasa menghibur. Dengan cerita yang sederhana tapi penuh dengan dialog2 cerdas dan penuh makna <em>*halah*</em> , diluar ekspektasi banget lah. Puas banget liatnya. Saking puas dan berkesannya, teman saya itu bahkan sampai bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>"Aduh... jadi pengen makan Mie..".</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Agak aneh memang orang ini. Mungkin itu bedanya dia dengan anak2 kecil lainnya yang sama terkesannya dengan film ini. Sekeluarnya dari bisokop, mereka mungkin berhasrat untuk belajar Kungfu atau sejenisnya. Tapi teman saya ini malah memilih untuk makan mie. Ya ya, setiap film memang memiliki dampak yang berbeda-beda bagi penontonnya. Ketika seusai film, kami melihat jam baru menunjukkan jam 8 malam lebih 50 menit, kami tau bahwa rasanya masih terlalu sore untuk segera pulang ke rumah. Makanya, dengan iseng saya menantang teman sebelah saya itu,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>"Lanjut??"</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan dengan mantap diapun menjawab, <em><strong>"YUK!".</strong></em> Dasar emang lagi pada kurang kerjaan sekali. Sip! Kamipun keluar studio dan mampir lagi ke Loket (kali ini tanpa ngantri), dan memutuskan untuk menonton....</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.wordpress.com/files/2008/07/film18991m.jpg"><img class="size-medium wp-image-436 aligncenter" src="http://ryudeka.wordpress.com/files/2008/07/film18991m.jpg?w=100" alt="" width="110" height="156" /></a></p>
<h3>WHY??</h3>
<p style="text-align:justify;">Entahlah. Kami juga nggak terlalu paham kenapa kami mau melanjutkan hidup kami malam itu dengan mentonton film yang dari judul dan tampilan posternya udah <strong>'enggak banget'</strong> itu. Tapi mungkin karena 'enggak banget' itulah, kami jadi semakin tertantang untuk melihatnya. Apalagi setelah saya mendapat review dari teman saya yang mengaku <em><strong>'mabuk darat laut dan udara'</strong></em> setelah menyaksikan film ini, makin penasaranlah kami untuk membuktikan ucapannya tersebut.  Ya sudah, akhirnya si Ndut yang saya suruh membeli tiket. Dia nampak mengerti sekali kenapa saya sampai menyuruhnya membeli tiket.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>"Kenapa, malu ya??"</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya mengangguk. Tidak lama kemudian, dia malah memanggil-manggil saya untuk ikut memilih tempat duduk. Ih! Gimana sih ni anak? Udah dibilang gue malu, juga. Tapi karena dia memaksa dngan alasan<em> seat </em>yang tersedia sudah sangat terbatas, sayapun mau nggak mau ikutan memilih. Betapa kagetnya kami setelah melihat bahwa <em>seat</em> yang tersisa hanya tinggal baris kedua dari depan! Film ini <em><strong>sold out!</strong> </em>Tadinya saya agak-agak menolak buat melanjutkan niat menonton, karena saya berkeyakinan bahwa menonton di barisan sedekat itu dengan layar, bukanlah sebuah pilihan yang bijak! Tapi Ndut menguatkan saya lagi dengan bilang,</p>
<blockquote><p><em>"<span style="color:#333399;">Wis tho.. Filmnya jelek kok! Nggak perlu dapet tempat duduk yang bagus..</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. <strong><em>He's got the point.</em></strong> Ya sudah, kamipun melanjutkan niat kami menonton. Waktu jeda yang masih sekitar 30 menit tersebut dipakai <strong>Ndut</strong> makan Mie (kesampaian juga cita2nya itu) dan saya jalan-jalan keliling Mal buat menghimpun kekuatan. Hehehe. Setelah itu, kamipun masuk kedalam <strong>Studio 2.</strong> Setelah pakai acara dorong-dorongan di dekat pintu masuk (ya, kami sama-sama tidak mau jadi yang pertama 'kelihatan' masuk di studio itu!), kami kemudian keluar lagi menunggu lampu studio dimatikan. Pokoknya jangan sampai ada yang tahu kami menonton film ini!</p>
<p style="text-align:justify;">Singkat kata-singkat cerita, film pun dimulai. Jadi nih buat yang belom tau kalo ada film berjudul murahan ini, ini adlah film bergenre (Insya Allah) komedi, yang dimainkan oleh <strong>Komeng, Ruben Onsu, Yeyen, Andi</strong> <strong>Soraya</strong>, dan sejuta nama2 lain yang menurut posternya sih merupakan pelawak-pelawak nomer wahid di negeri ini. Dan sutradaranya adalah <strong>KK Dheeraj,</strong> yang sebelumnya pernah sukses mempermalukan dirinya sendiri dengan menyutradarai film berjudul <strong>Genderuwo</strong> dan <strong>Skandal Cinta Babi Ngepet!</strong> Ya ya, setelah dianggap gagal menggarap film bergenre Horor, si bapak ini mencoba peruntungannya dengan membuat film bergenre Komedi. Dan hasilnya, oh my God... masih tetap Horor!!</p>
<p style="text-align:justify;">Buruk! Buruk sekali, teman-temanku. Seperti melihat acara lawak semacam <strong>Sahur Yuk Sahur</strong> tapi dalam versi yang tidak lucu, jorok, vulgar dan bodoh. Dan malangnya kami harus menyaksikannya tanpa jeda iklan untuk sejenak mengambil nafas, dan di <em>giant screen</em> pula! Sampai di setengah jam pertama, saya sudah mulai menjambak2 rambut saya sendiri, bahkan <strong>Ndut </strong>sudah mencopot sandal kirinya dan hampir saja dia melemparkannya ke arah <em>screen</em> yang jaraknya dekat sekali dngan hidung kita itu. Saking emosinya sama itu film. Nggak tau ya, apa kami berdua ini selera humornya dibawah rata-rata, atau malah jauh diatas rata-rata, karena setiap kali ada adegan <em>slapstick</em> yang membuat kebanyakan penonton lainnya tertawa terbahak-bahak, kami hanya saling pandang dengan kening berkerenyit (dalam keadaan gelap! hebat kan?), atau hanya gelang-gelang kepala.</p>
<p style="text-align:justify;">Justru malah ketika ada adegan 'serius' antara dua aktor<strong> </strong>dengan kualitas akting<strong> </strong>mengerikan bernama<strong> Ryan Sechan</strong> (atau siapa, gitu) dngan<strong> Sandy Tumiwa</strong> yang berdialog serius tentang arti sebuah persahabatan, kami berdua malah tertawa terpingkal2, bahkan saya sampai menitikkan airmata saking nggak kuat lagi menahan ketawa melihat akting kedua pemain yang luar biasa buruknya itu! Sungguh, kami jadi agak2 nggak enak dengan para penonton lainnya yang mungkin melihaat dialog kedua pemain itu sebagai salah satu adegan mengharukan dalam film itu. Tapi buat kami, adegan itu justru luar biasa menggelikannya, jauh lebih menggelikan dibandingkan dialog-dialog plesetannya Komeng yang menguasai hampir keseluruhan isi film itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya beruntung sekali menyaksikan film itu bersama teman saya ini, karena dengan adanya dia disamping saya, saya jadi sedikit lebih tabah dan sabar melihat film ini. Karena hanya dalam waktu setengah jam saja, terlihat ada beberapa penonton yang bisa berpikiran waras dan memutuskan untuk walkout dari ruangan! Dan sedikit banya,  orang sableng disebelah saya inilah yang membuat saya tertawa menyaksikan film ini. Misalnya saja ketika adegan memperlihatkan seorang banci yang berambut ikal berwarna keemasan, memakai baju model boneka-bonekaan, tanpa permisi teman sebelah saya ini langsung bersuara lantang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>"Uhhhh!! Pingkan Mamboo????"</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil bersenandung lagu <em>"Kasmaran"</em>nya <strong>Pingkan Mambo</strong>, lengkap dengan suara sengaunya. Hahahah. Saya saja hampir terguling dari kursi saking nggak kuat menahan ketawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah sudahlah. Sebaiknya sih Anda menontonnya saja sendiri, dan jangan mengharapkan apa-apa. Nggak usah mempertanyakan cerita dan dialog-dialognya yang menyedihkan. Nggakperlu mempertanyakan akting para pemainnya, karena mereka itu melawak, bukan berakting. Walau lawakan mereka itu juga nggak luucu-lucu amat.  Apalagi mempertanyakan korelasi antara judul film dengan isi ceritanya yang sama sekali nggak nyambung! Tapi belakangan kami sadar, sepertinya judul asli  film ini adalah : <strong>ANDA LOYO?? KAMI PUAS!!</strong>. Mereka akan sangat PUAS setelah melihat para penontonnya pulang dalam keadaan LOYO karena mabok ngeliat film buatan mereka ini. Mengerikan!</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah di layar menampilkan tulisan <em>credit title</em> sebagai tanda film (kami tidak yakin itu film) itu selesai, dan berarti penderitaan kami telah usai, kami berdua langsung kabur secepat mungkin supaya tidak dilihat orang, kalau kami menonton film ini. Hehehe.  Jadi wajar sekali rasanya kalau sepulang dari sana, kami seperti merasakan sebuah disorientasi besar-besaran. Bagaimana tidak, setelah sebelumnya kami menyaksikan film yang <em>bagus sekali</em>, kemudian kami menyaksikan sebuah film yang <em>busuk sekali</em>. Yang satu terlalu bagus, yang satu lagi terlalu buruk! Nggak enak sekali rasanya. Seperti habis dipuji setinggi langit, kemudian dihempaskan kembali ke bumi. Luar biasa. Jatuh dari gedung bertingkat 20, memang beda ya rasanya dengan jatuh dari gedung berlantai 2! Meman benar, sesuatu yang 'terlalu' itu memang tidak baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi gimana? Masih berniat nonton? Belajarlah dari pengalaman kami ini.  Kalau Anda ingin terhibur dengan dalam arti sesungguhnya, tontonlah film yang pertama. Kalau Anda ingin terhibur dalam arti kiasan atau dalam artian bohong2an, tontonlah film yang kedua. Jangan berlebihan. Tontonlah salah satu saja, jangan dua-duanya! Apalagi melihat film yang kedua itu dua kali. APAKAH ANDA SUDAH GILA??</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anda Puas Saya Loyo, Komedi Seks Tak Beraturan]]></title>
<link>http://kampungartis.wordpress.com/?p=149</link>
<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 08:59:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>kampungartis</dc:creator>
<guid>http://kampungartis.id.wordpress.com/2008/07/13/anda-puas-saya-loyo-komedi-seks-tak-beraturan/</guid>
<description><![CDATA[Film Anda Puas Saya Loyo
Satu lagi film komedi seks dewasa hadir di tengah-tengah masyarakat. Dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="" align="aligncenter" width="200" caption="Film Anda Puas Saya Loyo"]<img src="http://celebrity.okezone.com/images-data/content/2008/07/13/35/127160/ooY75Ly5jZ.jpg" alt="Film Anda Puas Saya Loyo" width="200" height="200" />[/caption]
<p><strong>Satu lagi film komedi seks dewasa hadir di tengah-tengah masyarakat. Dengan dalih menghadirkan sejumlah pelawak ngetop, film bertajuk Anda Puas Saya Loyo ini diharapkan mampu menggelitik selera humor penonton.<!--more--></strong></p>
<p><strong>Dahulu sebuah film komedi berjudul Inem Pelayan Seksi cukup fenomenal. Yaitu film yang menceritakan seorang pembantu rumah tangga yang cantik, seksi, dan memesona yang kemudian menikah dengan majikannya. Begitu pula di film ini, Inem (Yeyen) bernasib serupa.</strong></p>
<p><strong>Inem adalah seorang gadis kampung yang hobi bermain sepak bola. Bahkan, dia bercita-cita menjadi pemain sepak bola terkenal. Ini terjadi hingga usianya beranjak dewasa. Praktis, kedua orangtua Inem khawatir putrinya tak kunjung bersikap layaknya orang dewasa.</strong></p>
<p><strong>Hingga akhirnya Inem dilarikan ke Jakarta untuk bekerja bersama pamannya. Tujuannya, agar Inem lebih dewasa dan memiliki rasa tanggung jawab. Namun pertemuan Inem dengan majikannya, Rendra (Ryan Syehan) membuat hidupnya berubah.</strong></p>
<p><strong>Di sisi lain, adik Inem yaitu Tarjin (Bedu) juga dikirim ke Jakarta dengan tujuan yang sama dengan Inem. Tarjin tidak sendiri ke Jakarta. Tarjin dan temannya, Bejah (Ruben Onsu) dibawa ke Jakarta oleh teman sekampung mereka, Kangcut (Komeng).</strong></p>
<p><strong>Ternyata, sesampainya di Jakarta Tarjin dan Bejah dibawa ke rumah Madame Tetty (Andi Soraya). Dia adalah wanita paruh baya yang membuka praktik memperbesar alat vital di rumahnya yang mewah. Selain itu, Madame Tetty punya hobi tidur dengan pria muda demi awet muda. Termasuk dengan Tarjin dan Bejah.</strong></p>
<p><strong>Jalan cerita film Anda Puas Saya Loyo ini bisa terbilang tidak jelas akan dibawa ke mana. Penonton dibuat bingung dengan pecahan-pecahan cerita yang tidak teratur, serta <em>jumping</em> antara satu adegan dengan adegan lain.</strong></p>
<p><strong>Untuk hal ini, sang sutradara KK Dheeraj beralasan, dia memang sengaja membuat jalan cerita seperti itu. Ini merujuk pada Film Horor (Indonesia) dan Scary Movie (Amerika), di mana dalam satu film terdapat banyak cerita dan peran utama.</strong></p>
<p><strong>Belum lagi akting para pemain yang kaku membuat film ini kurang terasa feel-nya. Tidak sesuai dengan jargon film ini, yaitu "Para pelawak ngetop muncul dalam satu film". Nyatanya, hanya Komeng yang mampu menghidupkan nuansa komedi di film ini. Aksi Komeng yang apa adanya, dinilai cukup membantu.</strong></p>
<p><strong>Sementara itu, mengingat film ini merupakan film komedi seks maka tampilan berbau seks tidak ketinggalan. Meski telah mengalami sensor, masih ada beberapa hal wajib diwaspadai untuk ditonton bagi yang belum cukup umur.</strong></p>
<p><strong>Segala kritikan terhadap hal negatif dalam film tersebut seakan mentah. Sebab, apapun kritikan maupun penilaian terhadap film produksi K2K Production ini, KK Dheeraj tidak peduli. Sebab, dia membuat film ini hanya untuk menghibur penonton, selebihnya tidak perlu diperdebatkan. Minimal, siapapun yang menyaksikan film ini bisa tertawa.</strong></p>
<div>
<div><strong>Film ini mulai tayang di bioskop pada 10 Juli 2008.<br />
</strong></div>
</div>
<div><strong><strong><br />
Judul:</strong><br />
Anda Puas Saya Loyo<br />
<strong><br />
Sutradara:</strong><br />
KK Dheeraj</strong></p>
<p><strong><strong>Pemain:</strong><br />
Komeng, Yeyen, Ryan Syehan, Bedu, Ruben Onsu, Andi Soraya, Mastur<br />
<strong><br />
Produksi:</strong><br />
K2K Production</strong></div>
<div style="text-align:left;">----------- Berita dari <a href="http://celebrity.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/07/13/35/127160/anda-puas-saya-loyo-komedi-seks-tak-beraturan" target="_blank">Okezone.com</a> ---------</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Artis-artis beradegan panas di film]]></title>
<link>http://artistainment.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 14:34:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aris</dc:creator>
<guid>http://artistainment.id.wordpress.com/2008/07/10/artis-artis-beradegan-panas-di-film/</guid>
<description><![CDATA[Iklim dunia perfilman kita sudah mulai beranjak memiliki prospek untuk berkembang, begitu pula para ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://lh6.ggpht.com/wamir.wimar/SHYe1MvXwfI/AAAAAAAAB9k/vgxoQg8NyDI/s400/kiss.jpg" alt="" width="148" height="208" />Iklim dunia perfilman kita sudah mulai beranjak memiliki prospek untuk berkembang, begitu pula para artis pemain film sudah mulai banyak menerima job untuk syuting film. Baik cerita maupun adegan panas mulai dimasukan dalam film layar lebar untuk mndapatkan sensasi tersendiri. Sensasi perfilman kita awalnya dimulai dari yang bertemakan  hantu yang disusul cinta, religi, sekarang lagi mengarah ke sensual.</p>
<p>Beberapa artis yang melakukan adegan yang dianggap panas atau masih dianggap tabu, seperti <strong>Andy Soraya</strong> yang bermain di film "<em><strong>Anda Puas, Saya Loyo</strong></em>", <strong>Luna Maya </strong>beradegan ciuman di film "<em><strong>Ruang</strong></em>", <strong>Dewi Persik</strong> juga berciuman di film "<em><strong>Tiren:Mati Kemaren</strong></em>" dan "<em><strong>Tali Pocong Perawan</strong></em>", masih ada artis lain maupun artis pendatang yang juga melakukan hal yang sama dengan alasan profesional, totalitas bermain akting dan tuntutan peran/kontrak. Berikut artis-artis yang pernah pernah beradegan hmmm... di film.<!--more--></p>
<p><strong>ANDI SORAYA<br />
</strong><br />
<img class="alignleft" style="float:left;" src="http://lh5.ggpht.com/wamir.wimar/SF-FxBSp3FI/AAAAAAAAA1M/Jo_84NnqKmM/s144/AndySoraya.jpg" alt="" />Andy Soraya menerima peran sebagai Tante Tetty Qadi, Tante girang yang beradegan seks di film "Anda Puas Saya Loyo", mengaku katanya deg-degan ketika baca skenarionya. Padahal Andy Soraya yang lahir tanggal 18 Juni 1976, juga pernah melakukan kumpul kebo dengan brondong, hingga punya anak dengan Steve Emmanuel yang lahir tanggal 17 Okt 1983. Orang yang sudah melakukan didunia nyata aja masih merasa deg-degan apalagi orang yang baik-baik untuk adegan seperti itu. Kalo orang baik-baik bisa beradegan panas saat  akting film perlu diacungi jempol dong...</p>
<p>"<strong>Pas saya baca skenarionnya deg-degan gak bisa tidur, apalagi dalam ceritanya ada adegan seksnya. Saya gak pernah beradegan sampai ada suara seksnya, saya gak bisa sampai saya latihan. Berat buat saya dengan suara seksi berbuka-bukaan. Itu perlu banyak energi dan keberanian</strong>," tutur Andi Soraya.</p>
<p>Berarti Andy Soraya kalau lagi ML dengan Steve hingga punya anak tak bersuara ? Sunyi banget.<br />
Untuk bisa bersuara saja Andy Soraya perlu latihan, padahal teksnya mudah hanya aaahhh dan uuuhhh...</p>
<p>Andy Soraya juga mengaku grogi ketika beradegan panas saat syuting di film "Anda Puas Saya Loyo". Kata grogi memang mucul ketika seseorang melakukannya untuk yang pertama kalinya, setelah itu biasa aja deh kayaknya.</p>
<p>"<strong>Bukan saya gak pede karena body-nya yaa. Gak pede karena saya gak biasa buka baju didepan umum, kalau saya buka baju cuma didepan perempuan-perempuan. Maka saya agak grogi saat harus buka di depan kru yang baru saya kenal</strong>," ungkap Andi Soraya.</p>
<p>Andy Soraya mendapat protes dari Steve Emmanuel mengenai adegan syurnya itu, tapi Steve mengarahkan protesnya ke K2K Production sebagai pembuat film.Steve tidak berani protes ke Andy Soraya karena sesuatu hal...( apa yaaa? rumit dah)</p>
<p>"<strong>In khan karir-karir saya, kehidupan-kehidupan saya. Kalau dia marah atau gak itu saya gak peduli</strong>" ujar Andy Soraya.</p>
<p><strong>LUNA MAYA</strong></p>
<p><strong><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://lh5.ggpht.com/wamir.wimar/SFE6ghd5_-I/AAAAAAAAAVE/iUOzjDmq2a4/s144/luna%20maya%20smile.jpg" alt="" /></strong>Baru pertama kalinya Luna Maya melakukan adegan syurnya untuk syuting film yaitu di film "<strong>Ruang</strong>". Luna merasa kaget ketika adegan melepas pakaian didepan <strong>Winky Wiryawan </strong>lawan mainnya, sedangkan adegan Luna Maya ciuman dengan Winky Wiryawan tidak begitu deg-degan.</p>
<p>"<strong>Adegan itu sangat-sangat tidak gampang, saya sempat tegang. Tapi karena diskusi dengan Wingky juga ya, akhirnya nggak masalah. Saya-kan belum pernah buka-bukaan depan cowok</strong>," kata Luna ketika ditemui belum lama ini di Planet Hollywood, Jakarta.</p>
<p>"<strong>Wah, aku salting banget, gugup, deg-degan, nggak keruan deh rasanya</strong>," paparnya.</p>
<p>Adegan ciuman dengan Winky membuat Luna Maya gosok gigi terus sebelum adegan ciuman dilakukan.</p>
<p>"<strong>Iya nich aku harus gosok gigi berkali-kali he ... he..</strong>," ujar Luna Maya.</p>
<p>Seperti Andy Soraya juga, karena pertama kalinya berakting seperti itu jadinya tidak gampang. Jadi mudah kalo terbiasa akting. Banyak yang mau jadi lawan mainnya ha... ha.. ha...</p>
<p>"<strong>Gimana, ya, yah ini baru pertama sih</strong>," ujarnya belum terbiasa.</p>
<p>Luna Maya memang memiliki prinsip untuk bertanggungjawab pada profesi yang digelutinya, mulai dari model, akting, nyanyi, ngelawak, bisnis butik.</p>
<p>"<strong>Kalau memang sudah tuntutan skenario, ya harus mau</strong>," pungkasnya</p>
<p><strong>DEWI PERSIK</strong></p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://lh5.ggpht.com/wamir.wimar/SGDUwtZOxLI/AAAAAAAAA8E/Gc8uhlAOrtY/s144/Dewi%20Persik.JPG" alt="" /><strong>Dewi Persik </strong>berciuman bibir dan berpelukan dengan <strong>Ibnu Jamil </strong>ketika bermain di film "<em><strong>Tali Pocong Perawan</strong></em>" dengan serius. Mungkin karena film perdananya, Dewi bermain untuk maksimal. Kemudian di film keduanya di film "<em><strong>Tiren:Mati Kemaren</strong></em>" adegan cium dengan <strong>Aldi Taher</strong>.</p>
<p>"<strong>Untuk yang ini saya hanya... Yaa kalau ada yang mau mencium saya gak papa, tapi jangan di bibir yaa. Tapi terus terang kalau yang dulu ciuman di bibir saya dibodohi. yaa saya siapkan secara profesional. Tapi kalau yang kedua, saya memang memberi efek seolah ciuman bibirtapi padahal tidak ciuman</strong>," Jelas Dewi Persik.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Andi Soraya Pasrah Dicap Umbar Keseksian]]></title>
<link>http://kampungartis.wordpress.com/?p=138</link>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 14:22:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>kampungartis</dc:creator>
<guid>http://kampungartis.id.wordpress.com/2008/07/08/andi-soraya-pasrah-dicap-umbar-keseksian/</guid>
<description><![CDATA[
Bintang film Andi Soraya tak tanggung-tanggung saat akting dalam film perdananya &#8216;Anda Puas S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee48/getfeat/andifjr1d.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Bintang film Andi Soraya tak tanggung-tanggung saat akting dalam film perdananya 'Anda Puas Saya Loyo.' Ia melakoni beberapa adegan syur. Dicap mengumbar keseksian tubuhnya Andi pasrah saja.<!--more--></strong></p>
<p><strong>"Saya sih menunjukkan totalitas saya saja. Lagian dalam adegan itu memang harus ada supaya nyambung ceritanya. Tapi kalau nggak perlu nggak akan saya jalani," urainya saat ditemui di Platters Cafe, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa 8/7/2008.</strong></p>
<p><strong>"Lagian saya tahu di luar imej saya itu ya seperti itu, selalu mengumbar seksualitas," lanjut Andi pasrah.</strong></p>
<p><strong>Dituturkan Andi, sebenarnya cukup banyak adegan yang mengumbar keseksian dilakoninya di film garapan KK Dheeraj tersebut. Namun adegan itu ternyata kena gunting sensor.</strong></p>
<p><strong>Karena filmnya bergenre komedi seks, Andi pun pikir-pikir untuk mengajak anak-anaknya menonton film perdananya. Kalaupun nantinya dua anaknya menonton, ia akan memberi banyak bimbingan.</strong></p>
<p><strong>"Karena pendidikan seks lewat visual itu bisa dijadikan pelajaran. Setiap adegan harus diberi penjelasan, tapi dengan catatan pendidikan agama harus kuat dulu, biar bisa ngerem," tandasnya.</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Film Komedi Dewasa]]></title>
<link>http://d4ns.wordpress.com/?p=43</link>
<pubDate>Wed, 21 May 2008 06:10:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>d4ns</dc:creator>
<guid>http://d4ns.id.wordpress.com/2008/05/21/film-komedi-dewasa/</guid>
<description><![CDATA[Sukses Quickie Express karya Dimas Djayadiningrat menjadi awal musim semi film komedi dewasa di nege]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Sukses <em>Quickie Express</em> karya Dimas Djayadiningrat menjadi awal musim semi film komedi dewasa<span> </span>di negeri ini. Berturut-turut kemudian muncul<em> Kawin Kontrak, XL (Extra Large,) Drop Out </em>dan <em>Namaku Dick</em>.<span> </span>Keempat film terakhir lumayan sukses meraup penonton.</p>
<p class="MsoNormal">Kontroversi mulai meruyak di tengah masyarakat ketik <em>trailer</em> film <em>ML (Mau Lagi)</em> bocor di tengah masyarakat. Demonstrasi<span> </span>pun bermunculan di berbagai kota menentang rencana pemutaran film tersebut. Lagi pula, ternyata nih, <em>ML</em> belum mendapat tanda lulus sensor dari LSF.</p>
<p class="MsoNormal">Protes masyarakat tersebut, akhirnya, ditanggapi oleh Indika Entertaiment dan LSF dengan sedikit bijak. Mereka memutuskan menunda penayangan<span> </span><em>ML</em> dari seharusnya 15 Mei 2008 hingga satu atau dua bulan mendatang dan harus<span> </span>melalui proses gunting sensor yang ketat.</p>
<p class="MsoNormal">Protes terhadap <em>ML</em> tidak membuat para produser surut langkah. Dalam catatan saya, hingga akhir tahun ini, setidaknya bakal nongol tiga film komedi dewasa lainnya, yaitu <em>Anda Puas Saya Loyo</em>, <em>Big Size Mas</em>, dan <em>Kawin Kontrak 2</em>.</p>
<p class="MsoNormal">Saya telah menonton lima film komedi dewasa yang diputar di layar perak kita. Bagi saya, film tersebut biasa-biasa saja. Tidak ada umbar seksualitas yang berlebihan. Para penonton yang menonton bareng dengan saya pun pada ketawa menonton film-film tersebut, bukannya ereksi atau kemudian bermuat mesum di gedung bioskop dengan pasangannya.</p>
<p class="MsoNormal">Ya, saya telah menonton <em>trailer</em> <em>ML</em>. Sekilas memang film ini terlihat terlalu berani mengeksplorasi seksualitas. Tapi saya belum melihat filmnya secara utuh, jadi saya tidak berani memberi vonis apakah memang film ini sudah keluar koridor atau tidak.</p>
<p class="MsoNormal">Saya malah lebih berani memvonis film <em>horor Kereta Hantu Manggarai</em> sebagai film yang mengumbar seksualitas.<span> </span>Masih ingat ketika Nadila Ernesta mandi di kamar mandi? Ngapain pula prosesi mandi tersebut dibuat <em>slow motion</em>, bahkan hingga Nadila, maaf, membuka celana dalamnya? Ini film horor atau apa ya? Masih lebih masuk akal ketika <em>scene</em> kamar mandi Dwi Putrantiwi <span> </span>di film <em>Tali Pocong Perawan</em>.</p>
<p class="MsoNormal">Kembali ke film komedi dewasa. Salah satu keberatan saya terhadap para produser kita adalah pilihan judul yang kurang cerdas. Coba lihat judul film <em>Namaku Dick</em>, <em>ML (Mau Lagi)</em>, <em>Anda Puas Saya Loyo </em>dan <em>Big Size Mas</em>. Terkesan selera rendah bukan? Bandingkan dengan judul <em>Quickie Express</em> dan <em>Droup Out</em>. Biar pun mereka secara tegas mengatakan ini sebagai film dewasa, judulnya tidak menunjuk ke arah sana.</p>
<p class="MsoNormal">Lihat pula poster film mereka. Terus terang saya jengah sendiri ketika melihat poster film <em>ML</em>. Begitupun ketika saya mendapatkan pamflet <em>Anda Puas Saya Loyo</em>. Coba perhatikan isi pamflet tersebut, ngapain pula harus ada, maaf lagi, celana dalam tergantung di sana, disertai tulisan “Penampilan khusus Cewe Uzbekistan (Rusia)”. Padahal sosok Komeng, Ruben, Bedu dan lain-lain sudah lebih dari cukup untuk menjual film ini.</p>
<p class="MsoNormal">Dari semua film komedi dewasa yang telah beredar, menurut saya, hanya <em>Quickie Express</em> <span> </span>yang patut diberi apresiasi lebih. Film ini bisa menggambarkan kompleksitas seksualisme kaum urban menjadi suguhan komedi yang renyah tanpa harus terjebak dalam selera murahan.</p>
<p class="MsoNormal">Shankeer, produser Indika, dalam pembelaan dirinya tentang ML mengatakan: "Film ini sebenarnya antiseks bebas. Tapi, karena sudah terbentuk opini negatif seperti sekarang ini, ya kami setuju untuk diadakan peninjauan ulang, termasuk mengubah judulnya.”</p>
<p class="MsoNormal">Terlepas dari pembelaan diri tersebut, Shankeer seharusnya berkaca dari kasus <em>Buruan Cium Gue</em>, yang sudah sempat dapat tanda lulus sensor malah. Bangsa kita ini sebenarnya adalah bangsa yang suka meributkan kulit, bukannya isi dalamnya. Untuk yang terakhir ini, saya akan membuat tulisan terpisah. :) <span style="font-family:Wingdings;"></span> ***</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA['ML' Belum Tayang, Muncul 'Anda Puas Saya Loyo']]></title>
<link>http://dyahchimu.wordpress.com/?p=70</link>
<pubDate>Sat, 17 May 2008 04:23:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>dyahchimu</dc:creator>
<guid>http://dyahchimu.id.wordpress.com/2008/05/17/ml-belum-tayang-muncul-anda-puas-saya-loyo/</guid>
<description><![CDATA[Belum reda heboh &#8216;ML: Mau lagi&#8217; yang dicekal MUI dan LSF, muncul film baru sejenis. Deng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Belum reda heboh 'ML: Mau lagi' yang dicekal MUI dan LSF, muncul film baru sejenis. Dengan genre yang sama 'Anda Puas Saya Loyo' hadir dengan trik pasar yang senada dengan ML. Dilihat dari judulnya, tampak kedua film itu sama-sama sarat muatan sex-oriented. Tentunya, konotasi negatif yang penuh keambiguan dan pesan yang implisit dari judul dan kovernya, ditambah kontroversi yang <span style="text-decoration:line-through;">memang diharapkan</span> muncul, memicu rasa penasaran.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://i40.servimg.com/u/f40/12/20/31/58/anda_p10.jpg" alt="" width="320" height="503" /></p>
<p>Sekali lagi, makin kontroversial beritanya, makin penasaran pemirsanya...</p>
<p><!--more--></img> Lagi-lagi, film indonesia menjual konten berbau seksual. Sensualitas menjadi komoditas. wah wah... belum juga reda heboh ML, Anda puas saya loyo hadir melengkapi sederet film indonesia sejenis yang telah muncul sebelumnya: XL (<a href="http://www.youtube.com/watch?v=FezejPFsC-s&#38;title=Xl+extra+Large+Antara+Aku+Kau+Dan+Mak+Erot">lihat trailer</a>), skandal cinta babi ngepet (<a href="http://www.youtube.com/watch?v=FaR1pBaFqlA">lihat trailer</a>), dan sederet judul lainnya.</p>
<p>Disutradarai KK Dheeraj (orang india lagi... hadeh...), film garapan K2K production ini menampilkan sederet pelawak kondang: Komeng, Bedu, Ruben Onsu, Mastur, dan lain-lain. Tak ketingalan Andi soraya dan Sandy Tumiwa. Film ini merupakan debut pertama Andi di layar lebar. Debut yang hot memang, mengingat perannya sebagai 'madam'. Kerjanya memperbesar alat kelamin pria dan konsultan seks serta bertabiat sebagai perempuan setengah baya yang gemar terhadap brondong (laki-laki muda).</p>
<p>Walah, dari tokoh utamanya saja, kesannya sudah sex-oriented banget. Ga bakalan jauh beda sama film-film pendahulunya.  Namun, <span style="text-decoration:line-through;">lagi-lagi </span>muncul pembelaan dari pihak sutradara, seperti Thomas Nawilis yang membela ML.</p>
<blockquote><p>"Karena memang di film saya tidak ada adegan erotis atau adegan vulgar. Jadi mending ditunggu saja filmnya nanti seperti apa, baru nanti kasih komentar," ujar KK, dalam jumpa pers 'Anda Puas, Saya Loyo' di Galery Cafe, TIM, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2008).</p></blockquote>
<p>Ga bosen apa buat film beginian?</p>
<p>Lha wong banyak yang lihat, ya ga bosen dunk, duit ngalir, mana bosen coba? so, pertanyaan berbalik pada penikmat film:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;">Ga bosen apa liat film beginian?</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anda Puas, Saya Loyo]]></title>
<link>http://d4ns.wordpress.com/?p=97</link>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 03:28:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>d4ns</dc:creator>
<guid>http://d4ns.id.wordpress.com/2008/07/14/anda-puas-saya-loyo/</guid>
<description><![CDATA[Ada dua hal yang membuat saya ingin menonton film ini. Pertama, saya ingin melihat sejauh mana perun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                           &#60;![endif]-->Ada dua hal yang membuat saya ingin menonton film ini. Pertama, saya ingin melihat sejauh mana peruntungan KK Dheeraj di film ketiganya, setelah dua film sebelumnya flop di pasaran. Kedua, rasa penasaran saya atas sejauh mana Andy Soraya tampil sensual dalam film ini setelah munculnya kontroversi yang ditiupkan suaminya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Saya menonton film ini tadi malam (14/7) di Blok M 21. Kalau melihat animo penonton, sepertinya <em>Anda Puas, Saya Loyo</em>, akan bisa mengobati kegagalan dua film KK Dheeraj sebelumnya. Bayangkan saja, tiket pertunjukan untuk jam 15.55 WIB telah habis terjual, sementara untuk jam 17.45 WIB sudah mulai penuh ketika saya memesan, dan ketika saya mengantri kembali untuk film <em>Liar</em>, tiket untuk 19.35 WIB telah habis terjual! Padahal, ini merupakan hari keenam film ini diputar.</p>
<p class="MsoNormal">Apa yang menarik minat orang untuk menonton film ini? Berdasarkan pengamatan saya, salah satu daya tariknya, tentunya adalah kontroversi penampilan Andy Soraya yang diapungkan media. Kedua, banyolan-banyolan segar yang dihadirkan para pelawak yang tampil di film ini, khususnya Komeng. Ketiga, adanya janji penampilan cewek-cewek Uzbekistan.</p>
<p class="MsoNormal">Selebihnya? Film ini tidak lebih dari sinetron lepas yang dilayarlebarkan.<span> </span>Bahkan pada titik tertentu, saya melihat tanpa penulis skenario pun film ini akan mengalir dengan sendirinya atas campur tangan Komeng dan kawan-kawan dalam membanyol.</p>
<p class="MsoNormal">Terus terang, walaupun film ini cukup berhasil memancing tawa, alur ceritanya yang meloncat-loncat bak sinetron itu beberapa kali memaksa saya harus menahan kantuk.<span> </span>Belum lagi logika ceritanya yang dibuat-buat dengan pembenaran yang dipaksakan pula.</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin saat ini KK Dheeraj sedang menghela nafas lega. Namun, akan menjadi kelegaan sesaat bila di film berikutnya KK tetap hadir dengan kemampuannya yang pas-pasan.</p>
<p class="MsoNormal">Oh iya, ada satu hal yang mengganggu di benak saya, kenapa film ini diberi judul<em> Anda Puas Saya Loyo</em>, sementara dalam beberapa kesempatan para tokohnya lebih suka berkata "Anda puas, saya lemas"? ***</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
