<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>amour-love-cinta &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/amour-love-cinta/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "amour-love-cinta"</description>
	<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 18:15:50 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tuhan Terlalu Cepat Memberi Jawaban?]]></title>
<link>http://meekaela.wordpress.com/?p=377</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 11:19:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Meekaela</dc:creator>
<guid>http://meekaela.id.wordpress.com/2008/08/03/tuhan-terlalu-cepat-memberi-jawaban/</guid>
<description><![CDATA[Judulnya aneh ya?
Si usia saya yang sudah kepala 3, hidup menjadi penuh tekanan. Pertanyaan kapan me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Judulnya aneh ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Si usia saya yang sudah kepala 3, hidup menjadi penuh tekanan. Pertanyaan kapan menikah sering membuat saya <em>speechless</em> dan hanya melempar senyum kepada si penanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu malam, saya menikmati malam panjang saya dengan sholat hajat. Tercetus permohonan saya tentang jodoh, keinginan menikah, dan punya anak. Agaknya Tuhan terlalu cepat menjawab, jadi saya kebingungan. Hanya selang 2 hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu petang seperti biasa saya pulang kerja. Di depan rumah kos ada sebuah motor parkir, tamu si empunya rumah. Hal yang biasa. Saya segera masuk menuju kamar saya. Di tengah kesibukan saya menemukan kunci kamar dari dalam tas kerja, saya melihat seorang laki - laki duduk di kursi depan kamar sebelah, jaraknya kira - kira 3 meter dari tempat saya berdiri. Saya pikir laki - laki itu suaminya mbak Siti.<!--more--></p>
<p style="text-align:right;"><em><strong>"Baru pulang, mbak Mee?"</strong></em></p>
<p style="text-align:right;"><em>"Eh, iya Pak"</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong><em>"Emang biasa ya pulang jam segini?"</em></strong></p>
<p style="text-align:right;"><em>"Iya"</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong><em>"Di mana kerjanya?"</em></strong></p>
<p style="text-align:right;"><em>"Bekasi"</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong><em>"Oh, jauh juga ya..."</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Basa - basi itu berakhir juga dengan saya memberi kartu nama. Saya malas, maksud saya biar perbincangan cepat selesai. Dia memperkenalkan diri sebagai adik sepupu Bapak Kos saya. Ternyata dia melanjutkan obrolannya dengan setengah berteriak, setelah saya pamit masuk ke kamar dan asyik membaca surat seorang sahabat pena dari England. Setengah berteriak juga saya sahut obrolannya dengan asal - asalan. Topik pembicaraannya, masalah pekerjaan dan setengah menjajaki kemungkinan berbisnis.</p>
<p style="text-align:justify;">Jam setengah sebelas malam ponsel saya berdering di tengah tidur. Saya malas menjawab, toh juga hanya miskol. Ada sms masuk, dari Abang yang tadi sore. Isinya mengajak saya nonton, makan, atau mungkin ke Ancol. Kenapa ya spesifik disebutkan mengajak ke Ancol? Saya lalu melanjutkan mimpi.</p>
<p style="text-align:justify;">Keesokan paginya saya balas sms, berterima kasih atas sms dan ajakannya, dan minta maaf karena saya terlambat membalas dan menolak pergi. Siangnya dia menelepon saya, basa basi sebentar. Dan kemudian saya terkaget - kaget ketika langsung diajak menikah. Serius, bahkan dia langsung menyatakan kesediaannya untuk mengikuti agama saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Weleh weleh... Jangan yang kayak gini lagi dong, pusiiiing...</p>
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rumput Tetangga Selalu Lebih Hijau]]></title>
<link>http://meekaela.wordpress.com/?p=364</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 09:23:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Meekaela</dc:creator>
<guid>http://meekaela.id.wordpress.com/2008/07/18/rumput-tetangga-selalu-lebih-hijau/</guid>
<description><![CDATA[
Bicara masalah pekerjaan. Jujur saja, saya juga pernah merasa jenuh. Pasti, semua orang. Dan terimi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://meekaela.wordpress.com/files/2008/07/24193930.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-366 alignleft" style="margin:10px;" src="http://meekaela.wordpress.com/files/2008/07/24193930.jpg?w=180" alt="" width="180" height="120" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Bicara masalah pekerjaan. Jujur saja, saya juga pernah merasa jenuh. Pasti, semua orang. Dan teriming - imingi untuk keluar mencari pekerjaan baru. Waktu itu saya berpikir, mumpung masih muda. Ternyata tidak mudah. Pekerjaan saya yang sekarang kadung tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, meskipun tidak menyimpang jauh banget. Meskipun tidak se'semangat' 4 tahun yang lalu, saya masih punya rencana untuk ganti pekerjaan. Tapi, mungkin jika saya sudah lebih siap nanti, misalnya sudah menambah kapasitas keilmuan saya dengan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bicara masalah pekerjaan tidak akan lepas dari masalah kompensasi. Salah satu yang mampu 'memaksa' saya bertahan di sini dan berusaha 'menikmati' pekerjaan saya, ya masalah kompensasi ini. Cukup, saya harus bilang cukup. Saya bisa normal menikmati kehidupan lajang saya, dan masih bisa menabung.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Bicara masalah pekerjaan dan kompensasi, pasti kita akan membandingkan apa yang kita punya dengan orang lain. Ada gunanya? Ada. Untuk menyemangati kita mendapat yang lebih baik. Tapi perlu diingat, rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. Jadi syukuri dan nikmati saja apa yang sudah ada di genggaman kita. Berusaha dan berdo'a untuk yang lebih baik, itu harus dan tetep harus.</p>
<p style="text-align:justify;">Hey, kamu yang masih ingin mencari rumput yang lebih hijau, semoga sukses ya! Dan semoga angan - anganmu untuk mendapatkan mertua kaya terkabul. :-)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lelaki Idaman]]></title>
<link>http://meekaela.wordpress.com/?p=344</link>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 08:19:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Meekaela</dc:creator>
<guid>http://meekaela.id.wordpress.com/2008/05/16/lelaki-idaman/</guid>
<description><![CDATA[Sering saya ditanya seperti apa lelaki idaman saya, tentunya untuk dijadikan suami, bukan teman mai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://meekaela.wordpress.com/files/2008/05/24813164.jpg"><img class="alignleft alignnone size-medium wp-image-345" style="float:left;border:0;margin:10px;" src="http://meekaela.wordpress.com/files/2008/05/24813164.jpg?w=225" alt="" width="180" height="250" /></a>Sering saya ditanya seperti apa lelaki idaman saya, tentunya untuk dijadikan suami, bukan teman main congklak atau <em>rival</em> main <em>scrabble</em>. Untuk saya, ini pertanyaan yang sulit, dan ehm... agak menjebak. Apalagi kalau yang bertanya adalah lelaki juga, dan sama - sama lajang, dan nampaknya sedang berusaha 'pdkt' (ini kalau saya ngga <em>gedhe rumangsa</em> sendiri lho ya...). Sebentar saya ingat - ingat, siapa saja yang pernah bertanya pertanyaan menjebak ini. Mantan..., teman kerja, Papie..., Ibu..., teman kuliah, Bapak di kereta, Supir travel, Mbak Siti, Ibu Kos, Mbak Titik... Tentunya semua bertanya dengan niat baik, supaya saya cepat laku (cabe keriting kali, laku...). Dan biasanya diakhiri dengan nasehat,</p>
<p style="text-align:right;"><strong><em>"Nak, Sayang, Neng, Mbak, Dik..., Jangan terlalu tinggi mengidamkan lelaki, sing semeleh, sabar, jangan galak - galak, bicara yang lembut, banyak senyum, banyak bergaul... Semoga cepat ketemu ya jodohnya".</em></strong></p>
<p><strong><em><!--more--></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Semua saya dengar dan terima, biasanya saya sahut dengan kata "Amien" sebagai penutup. Saya kan juga tidak mau dianggap ngga sopan, dinasehati kok malah njawab atau ngeyel, misalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, saya coba membuat list, sebenarnya apa ya yang saya maui :</p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Lelaki</strong>. Pasti dong ya...</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Seiman.</strong></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Pendidikannya setara.</strong> Iya, saya males kalau komunikasi sudah ngga nyambung duluan.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Lebih tinggi</strong> dari saya. <em>By the way</em> saya 163 cm...</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Bekerja.</strong> Ya iyalah, kalau ngga kerja bagaimana dia bisa menafkahi keluarga?</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Ngga cerewet.</strong> Misalnya saya ngga boleh ini, ngga boleh itu, ngga bisa begini dan begitu... atau nyuruh saya harus begini, begini, dan begini... Ini sih temennya tomat banget, cabe deeehhh...</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Cinta keluarga.</strong> <em>Family man</em> gitu deh... Yang suka anak - anak.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Pinter mengatur keuangan.</strong> Minimal keuangannya sendiri, ngga boros, ngga banyak utang.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Bisa menerima saya apa adanya.</strong> Hehehe, diriku ini kan tidak secantik dan se-<em>sexy</em> Mulan Jameela...</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Sopan dan beretika.</strong></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Bisa melucu.</strong> Ngga perlu sampe kayak pelawak profesional. Tapi humor itu selalu dibutuhkan untuk menghilangkan stress.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Seneng musik.</strong></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Seneng jalan - jalan.</strong></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Seneng ngajarin. </strong>Saya kan masih perlu banyak diajarin, ngga bisa masak misalnya...</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Rajin mandi, gosok gigi, dan bau wangi.</strong> Saya males ketemu lelaki yang badannya bau. Mana bisa saya peluk - peluk dan saya pake nyender, udah ilfil duluan...</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Ngga galak.</strong> Ngga suka membentak, apalagi mukul... weleh... ngga banget..</div>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Banyak juga ya... padahal kek nya masih ada lagi yang ketinggalan belum ditulis. Ntar deh <em>diupdate </em>lagi. Itulah sodara - sodaraku sedunia... lelaki idaman saya.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sedih.]]></title>
<link>http://meekaela.wordpress.com/?p=324</link>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 06:22:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Meekaela</dc:creator>
<guid>http://meekaela.id.wordpress.com/2008/04/11/sedih/</guid>
<description><![CDATA[

Merasa nyaman jika  sendirian bergelung di kamar tidur yang lampunya dimatiin, trus nyalain radio]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://meekaela.wordpress.com/files/2008/04/246850611.jpg"><img class="alignleft alignnone size-medium wp-image-326" style="float:left;border:0;margin:10px 30px;" src="http://meekaela.wordpress.com/files/2008/04/246850611.jpg?w=400" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<ul>
<li>Merasa nyaman jika  sendirian bergelung di kamar tidur yang lampunya dimatiin, trus nyalain radio, atau nyetel CD atau pasang TV Channel V kenceng - kenceng, trus nangis sampai ketiduran.</li>
<li>Membaca ulang sms yang sudah usang dan <span style="text-decoration:line-through;">untung</span> belum dihapus dari <em>inbox</em>.</li>
<li>Terus berdo'a sambil harap - harap cemas semoga ada orang lain yang lebih baik datang secepatnya, dan ortu bisa memahami keputusan anaknya. Papie, maaf bangeeets...</li>
<li>Khawatir dibilang perempuan sombong nan belagu.</li>
<li>Tiba - tiba <em>mbrebes mili</em> di depan monitor saat sibuk bikin laporan atau nyiapin materi presentasi.</li>
<li>Cepat - cepat lari ke <em>toilet</em> supaya ngga ketahuan teman seruangan kalo cengeng.</li>
<li>Sebel lihat mata bejendul pas pagi - pagi ngaca, padahal mau ngantor.</li>
<li>Besok week end, pasti menyedihkan sekali weekend sendirian.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masih Bertanya]]></title>
<link>http://meekaela.wordpress.com/?p=314</link>
<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 04:54:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Meekaela</dc:creator>
<guid>http://meekaela.id.wordpress.com/2008/03/31/masih-bertanya/</guid>
<description><![CDATA[Susahnya menjalin hubungan. Terutama kalau dua - duanya memang mau serius. Apa sih yang masih mengg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img border="1" vspace="10" align="left" width="180" src="http://meekaela.wordpress.com/files/2008/03/23337386.jpg" hspace="10" height="250" />Susahnya menjalin hubungan. Terutama kalau dua - duanya memang mau serius. Apa sih yang masih mengganjal? Saya juga bingung. Adalah cita - cita saya untuk bisa mandiri setelah menikah. Paling tidak sudah siap dengan 3 kebutuhan primer : pangan, sandang, papan. Iya dong, kalau tidak begitu, sia - sia saya menunda untuk sebuah pernikahan sampai saya 30 tahun. Bukan untuk menjadi materialistis, bukan untuk sok gengsi, bukan takabur tidak percaya akan konsep rizki adalah di tangan Tuhan, tapi keinginan ini sudah ada sejak jaman saya masih pakai seragam ke sekolah. Keinginan membangun pondasi yang kuat sebelum memutuskan untuk berkeluarga. Setidaknya, saya ingin berjalan dengan laki - laki yang memiliki cara berpikir yang sejalan.<!--more--></p>
<p align="justify">So, dia sudah jujur. Saya pun begitu, mengungkapkan keinginan dan harapan saya akan sebuah "sistem keluarga". Tapi kok rasanya masih terus terapung ngga jelas gitu, menurut saya lho... Ngga tau deh menurut dia. Sabtu malam yang lalu, di sofa Blitz Megapleks, dia masih datang dengan pertanyaan yang sama : <strong><em>"Mau kamu menerimaku apa adanya?".</em></strong> Saya cuma diam dan tersenyum simpul.</p>
<p align="justify">Mungkin saya akan merasa lebih nyaman mendengar pernyataan begini : <strong><em>"Tenang sayang, kamu akan baik - baik saja bersamaku nanti. Kita akan hadapi kehidupan ini berdua. Berdiri saja di sampingku dan akan aku taklukkan dunia ini untukmu".</em></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perempuan Lajang]]></title>
<link>http://meekaela.wordpress.com/?p=312</link>
<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 06:07:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Meekaela</dc:creator>
<guid>http://meekaela.id.wordpress.com/2008/03/28/perempuan-lajang/</guid>
<description><![CDATA[Iseng saja ketika saya mengetik keyword &#8220;perempuan lajang&#8221; di kotak pencarian weblog g]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img border="1" vspace="10" align="left" width="180" src="http://meekaela.wordpress.com/files/2008/03/23954551.jpg" hspace="10" height="250" />Iseng saja ketika saya mengetik <em>keyword</em> "perempuan lajang" di kotak pencarian <em><a target="_blank" href="http://blogsearch.google.co.id">weblog google.</a></em> Dan keluarlah blog - blog menarik yang ditulis para perempuan lajang. Satu yang saya baca adalah <a target="_blank" href="http://perempuanlajang.blogspot.com/2007/12/inilah-kami.html">weblog yang berwarna ungu nge jreng dan ijo pupus royo - royo</a>. Yang seketika membuat <em>paper work</em> di atas meja kerja saya berubah menjadi berwarna keijo - ijoan setelah saya beralih pandangan dari monitor ke tumpukan kertas kerja itu.</p>
<p align="justify">Senyum - senyum kecil saya membenarkan apa yang saya baca, mungkin secara tidak sadar saya juga manggut - manggut sesekali. Bukan, saya bukan sama persis seperti mereka. Gaji saya belum belasan juta, tampang saya juga ngga ada cipratan sedikit pun gen Eropah, belum pernah juga menginjak negara lain untuk studi atau bekerja. Mungkin hanya kisaran umur saja yang mirip, juga keinginan mendapatkan pendamping hidup seorang laki - laki baik. Tapi apa yang mereka tulis di sana, saya juga mengalami.<!--more--></p>
<p align="justify">Menggelitik sekali pernyataan bahwa perempuan 'harus' matre, supaya laki - laki merasa 'berkuasa' dan 'dibutuhkan'. Tapi begitulah kenyataannya. Laki - laki akan merasa benar - benar menjadi 'laki - laki' kalau dia dimintain tolong, dimintain kontribusinya untuk berperan. Saya mengalaminya. Saya pernah di-'komplain' karena kemandirian saya, dan diberi label sebagai perempuan yang masih senang akan kesendirian dan kemandiriannya. Saya juga diminta untuk berubah. Dan betul juga apa yang ditulis sebuah komentar di sana : <strong>"senjata cewek untuk menaklukkan cowok adalah kepasrahan dan ketaklukannya".</strong></p>
<p align="justify">Dan belajar untuk menjadi tidak terlalu mandiri, takluk, dan pasrah, adalah salah satu mata kuliah terberat yang saya ikuti. Belum tahu kapan bakal lulusnya :-).</p>
<p align="justify">&#160;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[What Does The Astrology Tell about My Romance?]]></title>
<link>http://meekaela.wordpress.com/?p=302</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 08:09:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Meekaela</dc:creator>
<guid>http://meekaela.id.wordpress.com/2008/03/24/what-does-the-astrology-tell-about-my-romance/</guid>
<description><![CDATA[ Leo Man &amp; Libra Woman
This match has high hopes of lasting and becoming real love. You are bot]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#003366"> <strong>Leo Man &#38; Libra Woman</strong></font></p>
<p align="justify"><font color="#003366"><img border="1" vspace="10" align="left" width="200" src="http://meekaela.wordpress.com/files/2008/03/leo.jpg" hspace="10" height="150" />This match has high hopes of lasting and becoming real love. You are both outgoing, social people who adore drama and excitement. You both love being the star of the show, and you'll have a great time going out together. You love beautiful things, and he is generous with his money. You love laughing, trying new things and having fun, and his zest for life will guarantee that you're always amused and never bored. Your physical chemistry will sparkle. Leo boys also love to take charge of things, and that's great for you because you hating having to make decisions. He also loves shopping for clothes! He does need a lot of praise, but if you don't mind giving it to him he'll pay you back with lots of compliments. All in all, a wonderful love match.<!--more--></font></p>
<p align="justify"><font color="#003366"><img border="1" vspace="10" align="right" width="150" src="http://meekaela.wordpress.com/files/2008/03/libra.jpg" hspace="10" height="200" />Libra girl, with Leo boy you have a worthy candidate for partnership. He knows how to dress, treats you with respect and admiration, and will never forget how lucky he is to have you on his arm. The only potential pratfall of this relationship: in time he may become a bit possessive, so if you don't like clingy, have a one-to-one that spells out your concerns.</font></p>
<p align="justify"><font color="#003366">The match of Leo man and Libra woman is one of those that develop into a long-lasting relationship. Both the individuals are gregarious, outgoing, adventurous and love to party. They love the limelight and the sound of applause. He appreciates the beautiful things in life, like art and music, as much as she does. Their relationship will be full of love, romance, passion, fun and excitement. Even their chemistry will be great and there will be no problems on the loyalty front too. He loves to lead and she hates to take a decision - so, a perfect match!<br />
</font></p>
<h3 align="right"><font color="#003366">Mee bilang <em>-sambil jingkrak - jingkrak-</em>,"Wah... ini sih bikin hati berbunga - bunga...!"</font></h3>
</p>
<p align="justify"><em><font color="#003366">Sebuah artikel dalam status naskah yang saya eksekusi hari ini. Mengingatkan saya, bahwa saya pernah menjadi 'bodoh' menelusuri situs astrologi -just for fun- untuk mengintip apa yang astrologi bilang tentang kisah romansa saya. Sekalian buat kenang - kenangan. Mungkin romansa ini tidak akan berlanjut setelah diskusi di pinggir Pantai Ancol Minggu sore kemarin.</font></em></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
