<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>amal-shaleh &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/amal-shaleh/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "amal-shaleh"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 16:22:54 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[IDUL FITRI]]></title>
<link>http://uripsantoso.wordpress.com/?p=761</link>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2008 00:26:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>uripsantoso</dc:creator>
<guid>http://uripsantoso.id.wordpress.com/2008/10/02/idul-fitri/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Urip Santoso
            Menurut sejarah diadakannya dua hari raya (Idul Fitri dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Oleh: Urip Santoso</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Menurut sejarah diadakannya dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) adalah terkait dengan kebiasaan di tanah Arab. Pada zaman jaziliyah, orang Arab selalu mengadakan perayaan di dua hari itu. Perayaan itu ramai sekali, banyak perlombaan yang diadakan, orang bersenang-senang, dan berbagai keramaian dilakukan orang Arab pada dua hari itu. Melihat hal ini, Rasulullah kemudian mengajak para sahabatnya pada dua hari itu shalat. Shalat dua rakaat dan setelah itu berkhotbah untuk mengagungkan Allah dan mengingatkan kepada orang muslim. Jadi, pada dasarnya shalat pada dua hari raya itu dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian umat Islam pada waktu itu dari perayaan yang kurang sesuai dengan Islam, dan mengarahkan kepada apa yang seharusnya dilakukan oleh umat Islam. Itulah sebabnya, mungkin, kedua shalat pada dua hari raya dianjurkan di lapangan terbuka. <!--more--></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Hari Raya Idul Fitri diartikan sebagai hari kemenangan bagi umat Islam. Hari kemenangan setelah selama sebulan menahan hawa nafsu, seperti makan, minum, hubungan suami isteri, dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak diperbolehkan lainnya di siang hari. Menang, karena selama 30 hari kita mampu menahan hawa nafsu kita. Masalahnya sekarang adalah benarkah kita mampu menahan hawa nafsu selama sebulan penuh? Lihatlah, justru di bulan puasa pengeluaran kita lebih tinggi daripada di bulan lain. <span lang="SV">Lihatlah, di bulan puasa justru mal-mal dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya penuh sesak. Lihatlah di bulan puasa, justru restoran penuh sesak dan jalan-jalan menjadi macet. Apa sebabnya? Sebabnya adalah semua itu untuk memenuhi hawa nafsu kita, yaitu makan. Justru, di bulan puasa kita mengumbar makan dan minum untuk memenuhi selera dan hawa nafsu kita. Kita<span>  </span>di siang hari menahan makan dan minum, dan kemudian makan dan minum berlebihan setelah mahgrib. </span><span lang="FI">Jika, ini yang kita lakukan selama bulan Ramadhan, patutkah kita menyatakan diri kita menang? Patutkah kita menuntut janji Allah, yaitu kita dikembalikan kepada fitrah, suci tanpa dosa seperti bayi yang baru lahir? Tidak bukan?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI"><span>            </span>Sebagai refleksi atau evaluasi apakah latihan<span>  </span>menahan hawa nafsu dan beramal shaleh yang kita lakukan di bulan Ramadhan itu berhasil atau tidak, dapat kita buktikan nanti di bulan-bulan setelah bulan Ramadhan berakhir. Ya, justru di bulan-bulan lain kita akan melihat apakah latihan yang kita lakukan itu mampu mengubah perilaku kita? <span> </span>Kita bisa lihat, apakah kita masih menahan hawa nafsu makan dan minum? Jika kita mampu makan dan minum sebatas kebutuhan kita akan gizi berarti latihan kita selama bulan Ramadhan dalam menahan makan dan minum itu berhasil. </span><span lang="SV">Jika, kita tetap bershadaqah secara rutin di bulan-bulan berikutnya, berarti latihan kita berhasil. Jika kita tetap mampu datang ke masjid untuk menunaikan shalat berjamaah berarti latihan kita itu berhasil. Jika kita mampu mempertahankan shalat-shalat sunah yang kita lakukan di bulan Ramadhan berarti latihan kita berhasil. Jika kita mampu tidak bergunjing, tidak iri dan dengki atas rezeki orang lain, tidak menjelekkan orang lain, selalu mawas diri dan lain-lain maka berarti latihan kita berhasil. Jika, iman kita meningkat dan terus meningkat di bulan-bulan lain berarti latihan kita berhasil. Ringkasnya, jika kita mampu mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya, maka latihan yang kita lakukan selama bulan Ramadhan itu sukses besar, dan kita layak merayakan kemenangan kita di Hari Raya Idul Fitri. Dengan cara bagaimana? Yaitu dengan mengagungkan asma Allah dan berdoa agar kita dimasukkan-Nya ke dalam hamba-Nya yang shaleh serta berharap dapat menjumpai bulan Ramadhan di tahun berikutnya.Yaitu dengan mematuhi perintah dan larangan-Nya. Yaitu dengan menjalin tali yang putus, silaturahmi. Bukan dengan pesta pora, pesiar kesana kemari, makan dan minum berlebihan, atau perbuatan-perbuatan berlebihan lainnya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Mari kita instropeksi sejauh mana latihan itu telah kita laksanakan pada praktek sehari-hari secara rutin, dan yang lebih penting lagi adalah mari kita tingkatkan iman dan taqwa kita dengan meningkatkan amal shaleh dan mengurangi perbuatan jahat dan mungkar. Tidak ada yang bisa memperbaiki diri kita selain diri kita sendiri dan dengan pertolongan Allah s.w.t. </span></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terperdaya Amal Shaleh]]></title>
<link>http://istiqom4h.wordpress.com/?p=107</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 00:31:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>ernabpp</dc:creator>
<guid>http://istiqom4h.id.wordpress.com/2008/07/21/terperdaya-amal-shaleh/</guid>
<description><![CDATA[Hati-hati jangan sampai anda terperdaya oleh amal shaeh anda. Hati-hati ketika anda berharap karunia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hati-hati jangan sampai anda terperdaya oleh amal shaeh anda. Hati-hati ketika anda berharap karunia Allah dengan mengandalkan amal kebajikan. Bisa jadi harapan anda itu malah menghapus semua amal anda.</p>
<p>Anda jangan membayangkan bila anda sudah beribadah kepada Allah, anda mesti selamat dari cobaan tanpa berusaha dan belajar sedikitpun.</p>
<p>Anda berharap agar mendapatkan kedudukan yang mulia dan rezeki yang melimpah.</p>
<p>Anda berharap agar dikaruniai anak dan kenyamanan hidup.</p>
<p>Anda berharap bisa memiliki mobil mewah seperti yang dimiliki oleh seseorang yang tidak pernah shalat dan puasa.</p>
<p>Bukankan anda senantiasa beribadah kepada Allah? Maka sedah semestinya Allah membalas amal anda?</p>
<p>Jika demikian jalan pikiran anda, maka anda terlalu dibuai khayalan. Atau sesungguhnya pemahaman anda keliru yang menganggap bahwa semua itu merupakan hasil yang pasti dari ketaatan!!!</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
