<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ahlus-sunnah-wal-jamaah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/ahlus-sunnah-wal-jamaah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ahlus-sunnah-wal-jamaah"</description>
	<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 04:45:29 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Is Salafiyyah a hizb (party) from among the parties?]]></title>
<link>http://fearthedunya.wordpress.com/?p=358</link>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 02:49:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>fearthedunya</dc:creator>
<guid>http://fearthedunya.id.wordpress.com/2008/09/22/is-salafiyyah-a-hizb-party-from-among-the-parties/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/A0W2_ZfY8lw'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/A0W2_ZfY8lw&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesalahpahaman terhadap Jamaah Ahmadiyah]]></title>
<link>http://khabargembira.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 03:31:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
<guid>http://khabargembira.id.wordpress.com/2008/07/08/kesalahpahaman-terhadap-jamaah-ahmadiyah/</guid>
<description><![CDATA[Kesalahpahaman terhadap Jamaah Ahmadiyah yang saya himpun adalah sebagai berikut:
1.1:    Kalimah Sy]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kesalahpahaman terhadap Jamaah Ahmadiyah yang saya himpun adalah sebagai berikut:</p>
<p>1.1:    Kalimah Syahadat Ahmadiyah lain.<br />
1.2:    Ahmadiyah punya kitab suci baru yaitu "Tadzkirah".<br />
1.3:    Ahmadiyah membajak, memalsukan dan merobah-robah ayat al-quran.<br />
1.4:    Fiqih Ahmadiyah mengelirukan.<br />
1.5:    Ahmadiyah punya tanah suci sendiri untuk naik hajinya yaitu Qadian.<br />
1.6:    Ahmadiyah punya kalender tersendiri Hijri Syamsi.<!--more--><br />
1.7:    Pendiri Ahmadiyah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. tidak naik haji.<br />
1.8:    Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. nauzubillah berpenyakit tidak waras.<br />
1.9:    Pengakuan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. yang bertentangan mengenai Nabi Isa a.s..<br />
1.10:  Pengakuan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. yang bermacam-macam, kadang ini dan kadang itu.<br />
1.11:  Ahmadiyah memansuhkan jihad.<br />
1.12:  Ahmadiyah punya nabi baru yang ke 26. yaitu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.<br />
1.13:  Ahmadiyah menganggap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. lebih mulia dari Nabi Muhammad saw.<br />
1.14:  Ahmadiyah menganggap bahwa NAbi ISa a.s. telah wafat dan Hz.Mirza Ghulam Ahmad a.s.adalah Nabi Isa yang dijanjikan.<br />
1.15:   Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. mengaku jadi Tuhan.<br />
1.16:   Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. adalah antek Inggris.<br />
1.17:   Imam Mahdi Ahmadiyah yaitu Hadhrat Mirza Ghulam a.s. Ahmadiyah bukan dari keturunan Quraisy tapi adalah keturunan Farsi<br />
1.18:   Hz.Mirza Ghulam ahmad mengaku menerima wahyu<br />
1.19:   Wanita Ahmaduiyah haram kawin dengan bukan Ahmadiyah.<br />
1.20:   Orang Ahmadiyah tidak mau shalat dibelakang bukan Ahmadiyah.<br />
1.21:   Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s ingin menikah dengan janda orang lain.<br />
1.22:   Ahmadiyah mengingkari khataman nabiyyin.<br />
1.23:   Ahmadiyah mengakatakan kapir kepada bukan Ahmadiyah.<br />
1.24:   Ahmadiyah difatwakan kafir oleh Konferensi Islam sedunia.<br />
1.25:   Ahmadiyah mewajibkan bai'at kepada Khalifahnya.</p>
<p>II.      Tugas Jemaat Ahmadiyah.<br />
III.      Tanggapan Ahmadiyah atas kesalah pahaman.<br />
IV.      Nama Ahmadiyah.</p>
<p><strong>JAWABAN :</strong></p>
<p>I. 1:    Kalimah syahadat Ahmadiyah lain.</p>
<p>Kalimah Syahadat Jemaat Ahmadiyah seperti yang selalu kita dengar dari mesjid-mesjid Ahmadiyah di seluruh dunia ketika dikumandangkan azan lima waktu adalah : Asyhadu allailaaha illallahu Wa asyhadu anna muhamadar rasulullah.<br />
Dan orang Ahmadiyah tidak bertaqiah seperti orang-orang syiah yaitu lain yang diucapkan dan lain pula yang dipahami dalam hati.</p>
<p>I. 2.:    Ahmadiyah mempunyai kitab suci baru Tadzkirah.</p>
<p>Kitab suci Ahmadiyah adalah Alquran yang 30 Juz, satu ayat pun bahkan satu koma pun tidak ada yang dikurangi atau pun yang ditambah. Dalam perayaan 100 tahunnya 1989, Jemaat Ahmadiyah telah mencetak dan menterjemahkan kitab suci Alquran kedalam 100 bahasa dunia. Sedangkan tentang Tadzkirah, mulanya bukanlah sebuah buku, tapi adalah catatan catatan dari pendiri Jemaat Ahmadiyah tentang kasyaf, ilham, wahyu dan mimpi-mimpi yang benar dari Allah Ta'ala yang beliau terima. Itu pun beliau catat dibanyak buku, selebaran atau majalah-majalah yang terbit dizaman beliau. Kemudian dihimpun atau disatukan yang baru dicetak pertama kali berupa buku dengan nama Tadzkirah pada tahun 1935. Cetakan ke-2 pada tahun 1956 dan cetakan ke-3 tahun 1969. Oleh karena itu bagaimana mungkin dapat dikatakan Tadzkirah adalah kitab sucinya Ahmadiyah. Karena dengan kitab suci apa orang Ahmadiyah berpegang sebelum buku itu dihimpun tahun 1935. Artinya apakah orang-orang Ahmadiyah tidak punya kitab suci antara tahun 1989 s/d tahun 1935, bahkan kita dapat mengatakan 90% anggota Ahmadiyah  belum mengenal buku Tadzkirah dan isinya. Jadi sekali lagi buku Tadzkirah bukanlah kitab sucinya orang Ahmadiyah.</p>
<p>1.3:       Ahmadiyah membajak memalsulkan dan merobah-robah ayat Al-Qur'an .</p>
<p>Tentang membajak, memalsukan dan merobah ayat-ayat Al-Qur'an memang  ada ayat-ayat Al-Qur'an yang di  ilhamkan kepada pendiri Ahmadiyah. Maka yang menjadi pertanyaan? apakah ayat-ayat Al-Qur'an tidak bisa lagi di ilhamkan baik melalui ru'ya atau mimpi kepada orang-orang saleh di dalam Islam itu sendiri. Bahkan ada juga ayat-ayat yang diturunkan kepadaImam Syafi'i, Hadhrat Syeh Abdul Qadir Jaelani dan wali-waliullah yang lainnya ? Kalau ada, apakah dapat kita katakan bahawa para waliullah-waliullah itu juga membajak ayat-ayat suci Al-Qur'an. Bahkan di dalam istikharah, misalnya dam meminta jodoh pernah kejadian melalui mimpi turun ayat surah al-baqarah sebagai jawaban istikharahnya hingga lidahnya memnyebut ayat : Walahum Fihaa azwajum muthahharotun wahum fiha kholidun (Al-baqarah) .</p>
<p>Kemudian dari 100 terjemah Al-Qur'an yang dicetak oleh orang Ahmadiyah, tidak ada ayat-ayat yang dirobah-robah atau dipalsukan orang. Namun ada beberapa wahyu Hazrat Masih Mau'ud a.s. menafsirkan wahyu beliau itu kedalam bahasa Arab dengan kami turunkan ia dekat dari Qadian. Maksudnya hu dalam ayat itu adalah beliau sendiri. Jadi tafsir kita tidak boleh menyebut pemalsuan ayat-ayat Al-Qur'an.</p>
<p>I.4:     Fiqih Ahmadiyah mengelirukan.</p>
<p>Dalam Hadis Nabi saw. dikatakan bahwa kalau nanti Imam Mahdi a.s.  turun dia tidak akan ber mazhab atau berpegang kepada satu mazhab. Jadi dengan kata lain Ahmadiyah bisa mengamalkan ke empat empat mazhab yang ada dalam Islam. Seperti contohnya dalam hukum-hukum ibadah (shalat, puasa, haji dll). Memakai mazhab Hanafi bisa saja dalam hukum Tijaroh perdagangan memakai mazhab Maliki dan dalam hukum Hudud pidana memakai mazhab Hambali atau Syafi'i. Kadang-kadang dengan demikian tentu orang-orang yang tidak mengerti, akan mengatakan orang Ahmadiyah mempunyai fiqih yang mengelirukan.</p>
<p>I.5:    Ahmadiyah mempunyai tanah suci sendiri untuk naik haji yaitu Qadian.</p>
<p>Ini juga satu informasi yang salah atau satu pelintiran oleh orang-orang yang selalu   salah paham terhadap Ahmadiyah. Banyak orang Ahmadiyah sudah pergi ke Qadian atau Rabwah bahkan orang-orang Ahmadi yang tinggal dikedua kota tersebut, kalau mereka belum naik haji ke Mekah, Ahmadiyah tidak mengatakan mereka sudah naik haji. Orang-orang Ahmadi yang mungkin juga duduk pada majlis Jalsah ini yang sudah naik haji maka mereka tetap naik haji ke Mekkah Baitullah.</p>
<p>I.6.:    Ahmadiyah mempunyai kalednder sendiri Hijri Syamsi.</p>
<p>Itu benar, tapi bukan berarti Ahmadiyah tidak memakai kalender yang lain. Selama ini kita mengenal dua kalender, satu kalender tahun Masehi yang dihitung sesuai peredaran matahari (Syamsiah) dan yang kedua kalender  Islam yang dihitung dari peredaran bulan (Qomariah), Kalender Masehi penanggalannya  dimulai dari hari kelahiran Nabi Isa a.s. dengan sistim penghitungan Syamsiah sedangkan kalender Islam penanggalannya dimulai dari semenjak Nabi Hijrah dengan penghitungan Qamariah.  Kalender Islam selalu dipakai untuk jadwal ibadah orang-orang Islam. Maka Hadhrat Khalifatul Masih ke II Jemaat Ahmadiyah menemukan kalender baru, yaitu kita selalu bersandar kepada penanggalan Masehi, apa salahnya ada kalender untuk urusan-urusan duniawi orang-orang Islam yang penanggalannya dihitung mulai dari Masehi Hijrah nabi dengan sistim Syamsiah kemudian bulannya diberi nama sesuai dengan sejarah permulaan Islam.</p>
<p>I.7.:    Pendiri Ahmadiyah Hz.Mirza Ghulam Ahmad a.s. tidak naik haji.</p>
<p>Haji merupakan ibadah wajib tetapi tetap dengan syarat antaranya biaya yang cukup kesehatan, dan keamanan. Pada saat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.  mau naik haji ketika itu ulama-ulama di Mekah telah membuat fatwa bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. adalah kafir dan murtad dan wajib di bunuh. Maka apakah mungkin ketika nyawa beliau tidak selamat bahkan di negeri sendiri apalagi mau pergi ke tanah suci Mekah dimana ulama-ulama Mekah telah siap  untuk membunuh beliau. Atas dasar itulah Hz.Mirza Ghulam Ahmad a.s. tidak bisa naik haji kerena nyawa beliau terancam. Seperti halnya juga kita tidak menjumpai dalam hadis-hadis Rasulullah saw. membayar zakat padahal zakat adalah juga ibadah wajib. Bahwa karena syaratnya tidak cukup, maka Rasulullah saw. juga tidak melakukannya/ membayar zakat.</p>
<p>1.8.:   Nauzubillah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. berpenyakit tidak waras.</p>
<p>Dituduhkan beliau tidak waras karena didapati belaiu memakai sepatu kiri dan kanan kadang-kadang terbalik. Namun ini juga satu pelintiran oleh orang-orang yang tidak mau memikirkan dengan hati nurani. Padahal sepatu yang dipakai oleh Hadhrat Masih Mau'ud a.s. yaitu sepatu Punjabi atau sepatu Aladin, yang memang dipakai berganti-gantian kiri dan kanan supaya bentuk sepatu itu tetap utuh, lurus dan asli. Itu juga yang dilakukan oleh Hz.Mirza Ghulam Ahmad a.s.</p>
<p>1.9.:   Pengakuan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s yang bertentangan mengenai Nabi Isa a.s. Ini memang benar Hadhrat Masih Mau'ud a.s. mempunyai 2 pendapat tentang Nabi Isa a.s. dan selalunya para Utusan Tuhan mempunyai 2 pendapat atau 2 pendirian. Kehidupan para utusanAllah saelalu terbagi kepada dua masa yaitu : 1) masa sebelum diutus ( sesudah menerima wahyu).  Hz. Khataman Nabiyyin Nabi Muhamad saw.  juga mempunyai dua masa dengan dua pendirian, contohnya dalam beribadat dan dalam menjalankan hokum-hukum syariah, seperti :</p>
<p>1) Sebelum ayat alquran turun membawa perintah untuk menghadap ka'bah Baitullah, Rasulullah saw. selalu shalat ke baitul maqdis di Yerusalem.</p>
<p>2)  Sebelum ayat-ayat al-Quran mengenai zina dan ayat-ayat yang lain diturunkan, Rasulullah saw. selalu memutuskan masalah berkaitan berpandukan Al-Kitab.</p>
<p>Keterangan diatas menunjukan Nabi Muhammad saw. mempunyai dua pendirian, demikian jugalah halnya dengan Hazrat. Mirza Ghulam Ahmad a.s. dimana beliau mempunyai dua masa dengan dua pendirian yakni :</p>
<p>1)  Masa sebelum mendapat wahyu tanpa syariat dari Allah Ta'ala.<br />
2)  Masa sesudah wapat wahyu tanpa syariat dari Allah Ta'ala</p>
<p>1.10.: Pengakuan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. yang bermacam-macam.<br />
Pengakuan-pengakuan Mirza yang lain-lain.</p>
<p>JAWAB :<br />
Kalau orang yang memusuhi Jemaat Ahmadiyah menilai sesuatu hanya dari kacamata ilmunya dan sedikitpun tidak memiliki niat yang baik, maka caci maki, ejekan dan cemoohan perkara biasa baginya. Lebih-lebih lagi tujuannya mengulas atau merngutip perkara-perkara yang berhubungan dengan Jemaat ahmadiyah dan pendirinya adalah semata-mata untuk menghasut dan menimbulkan perasaan permusuhan dan fitnah kepada masyarakat terhadap Jemaat Ahmadiyah. Mereka hanya mengutip sebahagian ayat-ayat Al-Qur'an untuk mengerang Islam. Misalnya mereka mengutip sepotong ayat Al-Qur'an dalam surah Ma'un yang berbunyi : "Fawailul lilmushollin" . Artinya : Maka celakalah orang-orang yang shalat.</p>
<p>Kalaulah ayat itu hanyadiambil sebagian sahaja, sudah tentu membawa arti bahwa orangshalat akan celaka dan binasa. Padahal ayat ini belum sempurna selagi tidak disambung dengan ayat berikutnya, yang berbunyi :  "Alladiina hum 'an shalaatihim saahuun". Artinya : (Yaitu) orang-orang yang lalai dalam sembahyang mereka. Oleh karena itu perbuatan ulama-ulama yang memusuhi adalah sama seperti mana yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam.</p>
<p>Karena Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as. ada mendakwakan dirinya dalam berbagai nama, makna itu adalah nama-nama sifat dan bukan nama secara harfiah yang dibawa dari lahir. Nama-nama sifat ini juga berlaku pada Rasulullah saw.</p>
<p>I.11:   Ahmadiyah Memansuhkan Jihad.</p>
<p>Perlu kita ketahui, Jihad itu apa?  Jihad keluar dari kata jahada, yang berarti "ia berusaha". Jadi, Jihad adalah segala usaha dalam memperjuangkan Islam demi memperoleh keridaan Allah Taala. Sekurang-kurangnya Jihad terbagi 4 (empat), yaitu: jihad akbar, jihad kabir, jihad shagir, dan jihad ashghar. Dalam Hadis Rasulullah saw., terbukti melawan hawa nafsu disebut jihad akbar. Apakah jihad melawan hawa nafsu memakai pedang? Tentu jawabannya: Tidak. Namun, pendapat selama ini terutama pendapat ulama-ulama fundamentalis yang disebut jihad hanya berjuang di jalan Allah dengan pedang.  Jadi, kalau Hadhrat Masih Mau'ud a.s. dalam tulisan beliau memansuhkan jihad, maksudnya adalah: Jihad dengan pedang, dan tidak ada lagi perang dengan pedang untuk menyebarkan Islam. Jihad dengan pedang termasuk dalam jihad ashgar (jihad yang paling kecil). Sedangkan, jihad yang lain seperti jihad akbar, yaitu jihad dengan hawa nafsu. Jihad Kabir yaitu jihad dengan Al-Qur'an, dan jihad shagir yaitu jihad dengan harta (bil mal) masih ada, dan tetap dilakukan oleh Ahmadiyah sampai hari kiamat.</p>
<p>I.12.:  Ahmadiyah Punya  Nabi Baru yang ke-26, yaitu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.</p>
<p>Sebenarnya Ahmadiyah tidak mempunyai Nabi baru. Tetapi, Ahmadiyah mempunyai konsep dan terminologi baru tentang Nabi atau Rasul. Kalau dipandang dari konsep Nabi seperti yang biasa dipakai oleh bukan Ahmadiyah, maka Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. bukanlah Nabi. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sendiri dalam buku beliau—Ek Ghalatii Kaa Izaalah (Memperbaiki Suatu Kesalahan)—menulis:</p>
<p>"Dan, bila manapun atau dimanapun aku telah mengingkari panggilan Nabi atau Rasul, maka artinya tidak lain adalah bahwa aku bukanlah Nabi atau Rasul yang mustaqil, yang membawa syariat atau Nabi yang berdiri sendiri. Tapi aku menerima karunia-karunia kerohanian dari Rasulullah saw. karena aku menaati beliau saw..</p>
<p>"Man nestam rasuul wa naee wurdah kitaab."<br />
Artinya: "Aku bukan Rasul yang membawa syariat baru."</p>
<p>Jadi, jelas bahwa Ahmadiyah mempunyai konsep baru tentang Nabi dan Rasul dan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sebagai Nabi adalah juga sesuai dengan konsep yang dikemukakan oleh Ahmadiyah itu. Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. menulis lagi:</p>
<p>Aku tidak mengaku menjadi Nabi dan Rasul seperti yang dipikirkan mereka, (maksudnya, menurut konsep yang biasa dipahami di luar Ahmadiyah). Tapi, harus diketahui bahwa aku adalah Nabi dan Rasul seperti yang aku terangkan.</p>
<p>Begitu panjang Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menerangkan tentang Konsep Kenabian yang dianut oleh Ahmadiyah yang memang baru (berlainan) dari Konsep Kenabian yang dipercayai selama ini dalam masyarakat Islam umumnya. Kemudian, akan timbul pula pertanyaan bahwa bukankah Isa Yang Dijanjikan yang berbeda dengan Isa yang dahulu itu sesuai dengan ciri-ciri fisik yang diterangkan Nabi saw. tetap berpangkat Nabi, beragama Islam dan berpegang kepada syariat Islam. Dan itu juga tidak melanggar Khaataman Nabiyyiin Hadhrat Rasulullah saw.</p>
<p>I.13.:   Ahmadiyah Menganggap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. lebih mulia dari Rasulullah saw.</p>
<p>Ini adalah juga satu kesalahpaham yang kadang-kadang dapat kita sebut fitnah juga. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menulis dalam syair beliau.<br />
"Yeh samr bagh Muhammad se hi khaya hamne"</p>
<p>Artinya : "Buah-buah ini hanya dari kebun Muhammad kami dapat memakannya"</p>
<p>I.14.:  Ahmadiyah menganggap Nabi Isa a.s. telah wafat dan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. adalah Nabi Isa Yang Dijanjikan.</p>
<p>Itu adalah benar. Dan, Ahmadiyah mempunyai dalil-dalil dari Alquran dan Hadis tentang Nabi Isa Israili a.s. telah wafat. Bukankah Rasulullah saw. Tidak pernah bersabda bahwa  Nabi Isa naik ke langit.</p>
<p>Dalam Al-Qur'an Allah s.w.t berfirman:<br />
"Idz qolallahu yaa 'Isa inni mutawaffika wa raafi'uka ilayya"</p>
<p>Artinya : "Ingatlah ketika Allah berkata hai Isa, sesungguhnya aku akan mematikan engkau, dan akan mengangkat engkau kepadaKu."</p>
<p>Di sini Allah ta'ala akan mengangkat Isa a.s. setelah mutawaffika (kematian) dan diangkat kepada Allah (bukan langit).</p>
<p>Dalam Hadits Rasulullah s.a.w bersabda :</p>
<p>"Inna 'Isabna Maryama 'assya 'isriina wa miata sanatin"</p>
<p>Artinya : "Sesungguhnya Isa ibnu Maryam berumur 120 tahun."</p>
<p>Sedangkan untuk Nabi Isa yang dijanjikan, Rasulullah s.a.w bersabda:</p>
<p>"Kaifa antum idza nazala ibnu Maryama fiikum wa imaamukum minkum"</p>
<p>Artinya : "Bagaimana keadaan kamu (orang Islam) ketika Ibnu Maryam turun dari kamu (orang Islam) dan ia imam kamu dari kamu (orang Islam).</p>
<p>Dari ayat itu jelas bahwa Isa Ibnu Maryam yang akan datang turun dari umat Islam.</p>
<p>I.15.:         Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. mengaku sebagai Tuhan.</p>
<p>Ini juga satu masalah yang sengaja dipelintir padahal yang sebenarnya ini merupakan mimpi beliau. Para ulama-ulama Islam yang memusuhi beliau dengan sengaja memberikan arti dan tafsir yang salah kepada mimpi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. Ini beliau tulis dalam buku berjudul Ainah Kamalat Islam halam 564. Tujuan mereka berbuat demikian adalah supaya mimpi dan ru'ya beliau a.s. dianggap oleh orang-orang memusuhi Jemaat Ahmadiyah benar-benar terjadi di alam nyata. Kita sama-sama tahu bahwa mimpi bukanlah alam nyata seperti dalam surah Yusuf ayat 5 diceritakan tentang mimpi Nabi Yusuf a.s. melihat 11 bintang, matahari dan bulan, sujud kepada beliau. Ini tentu tidak bisa dikatakan alam nyata karena bagaimana mungkin bintang, matahari dan bulan bisa sujud ? Apa mereka punya lutut. Dalam tulisan beliau itu, dalam mimpi beliau melihat diri beliau menjadi pandangan Allah Ta'ala yang menurut ta'wil mimpi artinya beliau adalah orang dekat dengan Allah swt. Ini ada dalam Sahih Bukhari, diriwayatkan sebuah hadits Qudsi bahwa sabda Rasulullah saw., Allah Ta'ala telah berfirman. Artinya : Hambaku yang membiasakan diri dalam pekerjaan-pekerjaan nafal, maka ia lama kelamaan akan begitu dekat kepada ku hingga Allah mencintainya. Kalau aku telah mencintainya maka aku akan menjadi telinganya yang dengan itu ia mendengar, dan aku akan menjadi matanya yang dengan itu ia melihat. Aku akan menjadi tangannya yang dengan itu ia memegang, aku akan menjadi kakinya yang dengan itu ia berjalan. Dari hadits ini jelas seakan-akan semua anggota tubuh hamba tsb. telah menjadi Tuhan. Pertanyaan apakah manusia pernah menjadi Tuhan?</p>
<p>Hadhrat Syeh Fariduddin Atar, dalam bukunya Fawaid Faridiah hal. 85 dalam bhasa Farsi menulis yang artinya.: Setelah bebas dari hasad, dengki, takabur dan tamak aku telah menjadi Tuhan. Hadhrat Syeh Abdul Kadir Jaelani r.h., Hadhrat Sibli r.a. dan Hadhrat Mu'inuddin Chasti menulis perkara yang sama bahwa setelah merekja melebur diri mencintai Allah, mereka menjadi Tuhan dan Tuhan menjadi mereka. (Kitab Fatahul Ghaib Farsi jilid 3 hal.17).</p>
<p>Dalam perang Badar Rasulullah saw melempar pasir kearah musuh, hingga musuh lari kucar kacir, menurut Allah Ta'ala dalam surat Al Anfal ayat 18</p>
<p>"wa maa romayta idz romayta wa laakinnallaha romaa"</p>
<p>Atinya : Hai Muhammad, bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah Ta'ala yang telah melempar.</p>
<p>Dari penjelasan-penjelas an diatas, jelas bahwa manusia tidak pernah menjadi Tuhan, Nabi Muhammad juga tidak, tapi itu satu bukti yang menunjukkan beliau-beliau itu orang-orang yang dekat dengan Allah, seperti itu juga halnya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.</p>
<p>I.16.:  Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. antek Inggris.</p>
<p>Ketika beliau memuji pemerintah Inggris, beliau dituduh menjadi antek Inggris oleh musuh-musuh beliau. Permasalahannya adalah kapan beliau memuji dan kenapa beliau memuji.</p>
<p>Seperti kejadian di Bosnia beberapa tahun yang lalu ummat Islam dibantai dengan dianiaya dengan kezaliman yang melebihi batas kemanusiaan. Wanita- wanita suci mereka diperkosa beramai-ramai dan dibunuh. Anak-anak yang lahir di luar nikah dibiarkan sampai besar, supaya mereka menjadi generasi Serbia yang baru. Kanak-kanak dan orang-orang tua dibunuh tanpa belas kasihan. Mesjid-mesjid dihancurkan dan diratakan dengan tanah, siapa yang azan dan shalat dibunuh, harta milik mereka dirampas. Apa pandangan anda? Yaitu ketika PBB datang menolong dan mengusir Serbia dari Bosnia, kemudian memulihkan keamanan, orang-orang boleh azan dan shalat dalam menjalankan agama mereka. Maka apakah pada saat orang-orang Islam Bosnia masih lemah akan mengusir PBB keluar dari Bosnia pula? Itu tentu perbuatan tolol dan bodoh.</p>
<p>Itulah yang terjadi di India ketika itu, ketika kerajaan Sik menganiaya orang-orang Islam seperti Serbia juga menganiaya orang-orang Islam Bosnia, maka datanglah Pemerintah Inggris yang menjadikan penderitaan orang-orang Islam berakhir. Keamanan mulai terjamin orang Islam boleh beribadah sesuai agamanya, maka pada saat yang tidak tepat itu ada ulama-ulama Islam yang radikal ingin secepatnya mengusir Inggris dari India, padahal kekuatan Islam pun belum ada. Maka di saat itu orang tua Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. tidak setuju. Maka apakah dapat dikatakan beliau memihak kepada Inggris? Kemudian dikatakan pula karena Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. pernah bekerja di pemerintahan penguasa Inggris. Itu juga dijadikan alasan bahwa beliau adalah antek Inggris. Padahal rata-rata semua nabi bekerja sama dengan orang kafir sebelum beliau-beliau diangkat menjadi nabi. Seperti Nabi Muhammad s.a.w menerima upah menggembalakan domba dari orang-orang kafir Quaraisy.</p>
<p>Di pihak lain, sebenarnya para ulama di India mempunyai usaha dan rencana yang sangat jahat supaya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. di tangkap dan di penjara oleh pemerintah Inggris dalam keadaan terhina. Secara rahasia mereka melaporkan kepada pihak penguasa Inggris bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. sedang merancang untuk mengadakan pemberontakan terhadap pemerintahan Inggris dengan mendirikan satu Jemaat dan mengaku sebagai Imam Mahdi. Mereka membuat laporan polisi (Polisi Inggris..peny) bahwa jemaat yang dibuatnya itu adalah untuk dijadikan laskarnya. Dan Imam Mahdi ini menurut mereka lebih jahat dan lebih berbahaya daripada Imam Mahdi Sudani (Muhammad bin Ahmad) di Sudan. Ekoran dari itu penguasa Inggris telah menugaskan polisi rahasia (cawangan khas) untuk menyiasat dan mendapati aduan itu adalah palsu.</p>
<p>Untuk menjawab tuduhan-tuduhan dan aduan-aduan palsu para ulama itu, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. terpaksa menulis berbagai tulisan untuk menjelaskan pendirian beliau bagi meyakinkan pihak pemerintah Inggris bahwa beliau bukan seorang pemberontak dan bukan juga Imam Mahdi yang menumpahkan darah.</p>
<p>Contoh laporan-laporan palsu yang pernah dibuat musuh-musuh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. pada pihak pemerintah Inggris:</p>
<p>1. Maulvi Muhammad Husain Batalwi yakni musuh dan tukang fitnah besar kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. telah menulis dalam majalahnya seperti berikut:</p>
<p>"Bukti dari penipuannya (Hz. Mirza Ghulam Ahmad..peny) adalah bahwa di hati kecilnya ia mempercayai bahwa pemerintah (Inggris..peny) yang tak beragama ini, harus dihapuskan dan harta kekayaannya halal untuk dirampas……maka oleh karena itu tidak pantas, kerajaan (pemerintah) mempercayainya atau membiarkannya berleluasa (bebas tanpa ditahan), kalau tidak nanti Mahdi Qadiani ini akan menimpakan kerusakan yang sangat besar kepada pemerintah Inggris melebihi dari kerusakan yang dibuat oleh Mahdi Sudani". (Risalah Isyaatus Sunnah, jilid 6, halaman 6, catatan kaki no.161, tahun 1310/1311 H bersamaan 1893 M).</p>
<p>Ekoran daripada laporan palsu ini, pihak pengusa Inggris telah menghadiahkan Maulvi Muhammad Husain Batalwi beberapa hektar tanah.</p>
<p>2. Munshi Muhammad Abdullah dalm bukunya Shahadati Qurani, cetakan tahun 1905 menulis seperti berikut:</p>
<p>"Beginilah ini (maksudnya Hz.Mirza Ghulam Ahmad as.) menentang pemerintah Inggris dengan terencana sekali sambil membuat tafsiran dari ayat-ayat Al-Quran Karim".</p>
<p>Tidak syak lagi semenjak Hz.Mirza Ghulam Ahmad as. mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, pemerintah Inggris telah mengawasi kegiatannya. Kegiatan beliau senantiasa diawasi dan dijaga oleh Polisi Rahasia untuk dilaporkan kepada pihak penguasa. Demikian juga siapa saja datang berjumpa dengannya akan disoal siasat interview oleh polisi intelijen pemerintah Inggris. Kalau ada yang bai'at kedalm jemaat beliau dari kalangan orang-orang terhormat atau pemimpin-pemimpin suku (penghulu-penghulu) maka dengan secara halus pegawai-pegawai pemerintah Inggris.memperingat kan mereka agar berhati-hati karena jemaat berkenaan sedang diawasi oleh pihak kerajaan Inggris.</p>
<p>Berdasarkan kepada tindakan-tindakan orang-orang yang memusuhi Hz. Mirza Ghulam Ahmad as. seperti yang dipaparkan diatas yang sama sekali tidak boleh diterima akal yang waras bahwa Hz. Mirza Ghulam Ahmad as. adalah budak antek pemerintahan Inggris. Kalau Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. adalah hamba pemerintah Inggris, kenapa kerajaan Inggris senantiasa mengawasi kegiatan jemaat yang didirikannya itu?</p>
<p>Kemudian dalam dakwaan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. secara terang-terangan mengatakan bahwa Yesus yaitu yang dianggap Tuhan oleh orang-orang Inggris yang beragama Kristian, sudah mati.</p>
<p>Padahal pemerintah Inggris bukan saja penyokong bahkan ikut mempelopori untuk mengembangkan agama Kristian dianak benua India. Agama Kristian tidak bisa berkembang disebabkan oleh Jemaat Ahmadiyah, maka untuk tujuan apa penguasa Inggris memperalatkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. yang malah menjadi musuh agama pegangan mereka dan bakal menghancurkan kepercayaan mereka? Mustahil pemerintah Inggris dan paderi-paderi mereka begitu bodoh sekali.</p>
<p>Dan kalaulah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. antek Inggris, kenapa beliau a.s. begitu lantang menyeru Ratu pemerintah Inggris untuk masuk Islam?. Dalam surat seruan itu beliau a.s. menulis :</p>
<p>Artinya :</p>
<p>Wahai! Yang berhormat Ratu, sesungguhnya Allah S.W.T telah menganugerahkan nikmat-nikmat dunia yang amat besar kepada engkau. Sekarang carilah lagi nikmat-nikmat kerajaan Akhirat. Bertaubatlah dan tunduklah kepada Tuhan yang satu, yang tidak ada anak dan tidak pula ada sekutu bagiNya dalam kerajaanNya. Agungkanlah Dia dengan seagung-agungnya. Adakah kamu mengambil Tuhan-Tuhan lain (selain Dia) yang tidak dapat menjadikan apa-apa, bahkan mereka semua adalah (wujud-wujud) yang dijadikan.</p>
<p>Wahai! Ratu sekiranya engkau ragu-ragu tentang Islam, maka aku (Ahmad) bersedia memperlihatkan kepada engkau tanda-tanda kebesaranNya. Dan Allah S.W.T senantiasa menyertaiku dalam setiap keadaan. Dia menjawab do'a-do'aku bila aku berdo'a kepadaNya. Wahai! Ratu untuk ini aku tidak meminta balasan dari engkau, yang telah memelihara engkau dan telah memberikan engkau segala apa yang engkau perlukan (Ainah Kamalat Islam, hal. 532-533).</p>
<p>I.17.:  Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. bukan dari keturunan Quraisy.</p>
<p>Dalam surat Jum'ah diterangkan tentang kedatangan Rasulullah saw. dua kali dalam dua zaman. Dan dalam hadis Bukhari kitab Tafsir surah Jum'ah memberitahu tentang tafsir kedatangan Rasullah yang kedua kali adalah dari keturunan Salman farsi.</p>
<p>Bukankah Rasulullah s.a.w tidak mempunyai keturunan anak laki-laki, di Hadits lain, diriwayatkan juga dari keturunan Siti Fatimah, ini berarti isyarat Imam Mahdi hanya dari keturunan perempuan dari keturunan Rasulullah s.a.w.</p>
<p>I.18.:   Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. mengaku menerima wahyu..</p>
<p>Hadhrat Masih Mau'ud a.s. sangat banyak menerima kabar gaib (wahyu) dan juga telah banyak yang sempurna. Peserta Jalsah hadir juga kabar gaib beliau sebelumnya yang berbunyi<br />
"Yak tuuna minkulli fajjin amik"</p>
<p>Artinya : "Orang-orang akan datang dari jauh-jauh"<br />
"Me teri tabligh ko jamiin ke kenarongtakpun jaungga"</p>
<p>Artinya : "Aku akan menyampaikan tablighmu ke seluruh pelosok dunia."</p>
<p>Dan ini terbukti dalam 115 tahun, Jemaat Ahmadiyah telah berdiri lebih dari 160 negara. Jadi jelasnya wahyu yang beliau terima bukanlah wahyu syari'at tetapi hanya wahyu mubasyyirat yaitu wahyu kabar suka. Banyak lagi yang tidak mungkin diterangkan satu per satu. Dan masalah wahyu ini telah dibicarakan dalam banyak buku-buku Jemaat dan pertemuan-pertemuan . Jemaat Ahmadiyah mempunyai dalil-dalil yang cukup banyak tentang turunnya wahyu tanpa syariat pada Hadhrat Imam Mahdi a.s.</p>
<p>I.19.:  Wanita Ahmadiyah haram kawin dengan bukan Ahmadiyah.</p>
<p>Tepatnya mungkin bukan haram tetapi adalah dilarang wanita Ahmadiyah  kawin dengan bukan ahmadiyah secara aturan (Nizam) organisasi. Ini biasa dilakukan bukan saja oleh Ahmadiyah, dengan tujuan untuk menjaga keharmonisan dan keutuhan organisasi secara agama.</p>
<p>Dalam Alquran Allah Ta'ala berfirman : "Arrijalu qawamuna 'ala nisa". Artinya; Kaum lelaki diberi hak untuk memimpin kaum wanita. Dan dalam hadis Rasulullah saw, bersabda : Kalau sekiranya diizinkan menyembah wujud lain selain Allah Ta'ala, maka aku akan perintahkan istri-istri menyembah suaminya. Terlepas dari kebiasaan setiap kaum yang biasa kita dapati dari dongeng-dongeng atau hikayat-hikayat seperti di Minangkabau  cerita Sitinurbaya, di Jawa Barat dengan dongeng Sangkuriang yang pada hakekatnya adalah bertujuan untuk masukkan dan keritikan yang baik kepada bangsa tsb.</p>
<p>Tetapi Islam mempunyai cara tersendiri sebagaimana yang menurut ayat Al-Qur'an dan hadits yang saya terangkan diatas. Maka sekiranya wanita-wanita Ahmadi kawin dengan bukan Ahmadi maka sepanjang umur wanita itu akan menderita karena disatu pihak ia harus taat dengan suaminya dan disatu pihak ia harus taat kepada Jamaahnya yang kadang-kadang kedua-dua itu bertolak belakang. Maka larangan Jemaat Ahmadiyah kepada wanita-wanitanya jangan menikah dengan laki-laki yang bukan Ahmadi, semata-mata bertujuan untuk menyelamatkan rumah tangga mereka sehingga selalu terjadi keharmonian dan tercipta rumahku sorgaku.</p>
<p>I.20.:   Orang  Ahmadiyah   tidak   mau   shalat   dibelakang  orang-orang  yang   bukan</p>
<p>Ahmadiyah.</p>
<p>Ini juga merupakan perkara yang biasa satu golongan atau mazhab mempunyai imam tersendiri sendiri. Begitu juga halnya Jamaah Ahmadiyah antara sebabnya adalah:</p>
<p>1. Rasulullah saw. bersabda bahwa pengikut-pengikut Al-Masih yang dijanjikan mempunyai Imam dari mereka sendiri seperti berbunyi : "Wa immamukum minkum". Imam kamu dari kamu.</p>
<p>2. Selanjutnya Ahmadiyah menganggap bai'at itu wajib hukumnya dlm Islam jadi tentu ia akan berusaha tidak shalat dibelakang orang yang belum bai'at.</p>
<p>3. Lebih dari itu sebagian kecil ada yang telah mengatakan Ahmadiyah keluar dari Islam. Maka bagaimana mungkin orang Ahmdiyah dengan senang hati masih shalat dibelakang mereka.</p>
<p>4. Untuk menjaga dalam hati mereka tidak ada celah-celah kemunafikan bisa timbul. Dan ada sebab-sebab lokal lainnya juga.</p>
<p>I.21.:  Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. ingin menikah dengan janda orang lain.</p>
<p>Kabar gaib Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as.,  Masih Mau'ud a.s maksud yang sesungguhnya bukanlah menikah. Akan tetapi adalah kebinasaan Ahmad Beg dan Sultan Muhammad seperti beliau a.s. sendiri menulis: tujuan sesungguhnya dari kabar gaib ini adalah kebinasaan keduanya itu. Dan menikahnya perempuan ini (Muhammadi Begum) dengan saya adalah sesudah kematian mereka. Dan itupun hanya bertujuan untuk lebih membuka mata tentang kecemerlangan tanda itu, bukannya sebagai tujuan yang sesungguhnya (anjame atham hal.216).</p>
<p>Jadi latar belakangnya adalah karena keluarga ini telah tenggelam dalam perbuatan tidak beragama dan tak bertuhan serta menghina agama (Ainah Kamalate Islam hal.566-568) . Pendek kata kabar gaib Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. berisikan</p>
<p>1. Mirza Ahmad Beg akan menikahkan anak perempuannya dengan orang lain.</p>
<p>2.  Sesudah menikah, kalau tidak bertaubat maka dalam 3 tahun Mirza Ahmad dan menantunya akan mati.akibatnya anak perempuannya akan menjadi janda baru sesudah itu dapat menikah dengan saya. (Selebaran 30 Februari 1886).</p>
<p>3. Salah satu dari 2 lelaki yang tidak bertaubat akan mati.</p>
<p>4.  Yang satu lagi akan bertaubat dan karena bertaubat ia akan selamat.</p>
<p>5.  karena suaminya bertaubat, maka Muhammadi Begum tidak jadi janda maka nikah dengan Masih Mau'ud tidak terjadi (memang bukan tujuan sebenarnya, tujuan sebenarnya keluarga itu sudah bertaubat dengan azab kematian satu orang).</p>
<p>6.   Nikah tidak terjadi karena syarat menjadi janda tidak sempurna, akibat taubatnya suaminya.</p>
<p>Sesuai dengan kabar gaib itu maka sempurnanya secara huruf ke huruf adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Mirza Ahmad Beg menikahkan Muhammadi Begum dengan Mirza Sultan Muhammad pada 7 April 1892 .</p>
<p>2. Karena Ahmad Beg tidak bertaubat, azab turun dengan kematiannya pada tanggal 30 Desember 1892, 5 bulan 24 hari setelah menikahkan anaknya.</p>
<p>3. Sesudah itu Sultan Muhammad telah taubat dan ia selamat (tujuan kabar gaib sempurna).</p>
<p>4. Karena Muhammadi Begum tidak menjadi janda karena suaminya telah bertaubat.</p>
<p>5.  Akibat itu pernikahan dengan Hadhrat Masih Mau'ud tidak terjadi sebab Sultan Muhammad telah taubat dan dia tidak mati.</p>
<p>6. Orang-orang akan selalu membuat keberatan-keberatan dan kritikan-kritikan, sempurna pula wahyu yang berbunyi " Yang bersisa darinya hanya anjing-anjing yang menggonggong"</p>
<p>I.22:   Ahmadiyah mengingkari khataman nabiyyin.</p>
<p>Ahmadiyah tidak mengingkari Khataman Nabiyyin. Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda sebagai berikut:</p>
<p>…Aku percaya sepenuhnya kepada ayat 'Walakin rasuulullahi wa khaatamannabiyyiin' . Dalam ayat itu, tersimpan satu nubuwatan yang tidak diketahui/dipahami oleh orang-orang yang memusuhiku. Allah swt. berfirman dalam ayat itu bahwa sesudah Yang Mulia Muhammad saw., maka pintu-pintu Kenabian sudah ditutup sampai Hari Kiamat. Sekarang sudah tidak mungkin lagi ada seorang Hindu, Yahudi atau Kristen, atau orang Islam yang ikut-ikutan, dapat menggunakan Nabi kepada dirinya, semua pintu Kenabian sudah ditutup, kecuali satu yaitu, pintu perjalanan shiddiqiyyat, yang dinamakan juga fanafirrasuul.</p>
<p>Barangsiapa yang datang kepada Allah swt. melalui pintu itu, akan dianugerahi pakaian Kenabian secara zilli (bayangan), yaitu pakaian Kenabian Muhammad saw.. Oleh sebab itu, kedudukannya sebagai Nabi tidak sewajarnya kita tolak karena Kenabiannya itu bukan dari dirinya sendiri, tapi diambilnya dari mata air Nabi Muhammad saw., dan bukan juga untuk dirinya sendiri tapi semata-mata untuk kemuliaan dan kejayaan Nabi Muhammad saw.. (Eek Ghalatii Kaa Izaalah)</p>
<p>Jadi jelas hanya pengertian Khataman Nabiyyin dalam Jemaat Ahmadiyah memang berbeda dengan Khataman Nabiyyin seperti yang dipercayai oleh orang-orang Islam umumnya. Pembahsan yang lebih lanjut tentang asbabunnuzul ayat khataman nabiyyin, artinya secara loghat, pemakainnya di dalam Qur'an dan Hadits merupakan pembahasan yang panjang, untuk itu dapat melihat buku-buku Jemaat Ahmadiyah tentang Khataman Nabiyyin.</p>
<p>1.23:. Ahmadiyah mengatakan kafir kepada bukan Ahmadiyah.</p>
<p>Ahmadiyah atau Pendiri Ahmadiyah tidak pernah mengatakan kafir bukan Islam kepada orang-orang Islam yang seagama. Istilah yang selalu Ahmadiyah pakai adalah:</p>
<p>1.       Ahmadi, artinya orang Ahmadiyah.</p>
<p>2.        Ghair Ahmadi, artinya bukan Ahmadi, tapi orang Islam.</p>
<p>3.        Ghair Muslim, yaitu bukan Muslim untuk orang yang bukan Islam.</p>
<p>Tapi, kalau ada pendiri Jemaat Ahmadiyah mengatakan kafir kepada orang yang tidak mempercayai beliau, itu sama dengan beliau sendiri selalu mengatakan  kepada pengikut beliau keluar dari Jemaat. Seperti beliau bersabda, " Siapa yang tidak mewajibkan atas dirinya untuk mendirikan shalat lima waktu, maka ia bukan dari Jemaatku. Barangsiapa yang tidak tetap memanjatkan doa dan mengenang Allah swt. Dengan rendah hati, maka ia bukan dari Jemaatku. Barangsiapa yang tidak melepaskan teman nakal yang memberi pengaruh tidak baik kepadanya, maka ia bukan dari Jemaatku. Barang siapa yang mengasingkan tetangganya dari menerima kebaikan yang sekecil-kecilnya, ia bukan dari Jemaatku. (Bahtera Nuh)</p>
<p>Jelas artinya di sini bahwa pengikut beliau yang seperti itu, keimanannya tidak sempurna walaupun tetap dalam Jemaat Ahmadiyah. Demikian jugalah halnya bagi orang yang tidak mempercayai dan tidak beriman kepada beliau, kadang-kadang disebut kafir. Artinya adalah, termasuk orang-orang yang mengingkari beliau dan imannya tidak sempurna, walaupun tetap dalam agama Islam. Bahkan, Hadhrat Rasulullah saw. juga bersabda, "Man tarakashalata faqadkafar. Artinya, siapa yang tidak shalat, maka ia kafir jadi, artinya di sini bukan keluar Islam tapi imannya tidak sempurna.</p>
<p>I.24.:         Ahmadiyah difatwakan kafir oleh Konferensi Islam sedunia.</p>
<p>1 fatwa tidak mengikat, 2 fatwa bukan Quran dan hadis, 3 fatwa seringkali salah, contohnya fatwa kepada Imam Husein r.a., Imam Malik bin Anas r.a. kepada Imam Hanafi, Imam Syafi'i dan Imam Bukhari. Kalau di Indonesia contohnya fatwa MUI seperti baru-baru ini tentang haram atau bukan haramnya uang bunga Bank, fatwa tentang pemimpin seorang perempuan.</p>
<p>Contoh-contoh fatwa:</p>
<p>1. Yang mengkafirkan Hadhrat Imam Husein r.a berbunyi</p>
<p>"Bismillahirrahmani rrahiim".</p>
<p>…………….., menurut saya sudah terbukti bahwa Husein bin Ali telah terkeluar dari agama Rasulullah s.a.w  (Islam) oleh karena itu wajiblah ia dihukum mati.</p>
<p>Tanda tangan Qadhi,</p>
<p>SYURAIH</p>
<p>Note: fatwa ini disertai stempel dan tanda tangan 100 orang Qadhi dan Mufthi (Jawahirul Kalam hal.88 cetakan 1462 H, Ilmi Tibris, Iran)</p>
<p>2. Fatwa kepada Imam Malik bin Anas r.a akhirnya beliau disiksa dicambuk 70 kali di depan khalayak rami di Madinah hingg punggung beliau bermandikan darah, kemudian sesudah itu diarak keliling kota Madinah di atas punggung onta dalam keadaan bermandikan darah (Sirat  Aimmah Arbiah oleh Mln. Syaid Rais Ahmad Jaffari hal. 293-294)</p>
<p>3. Fatwa kepada Imam Syafi'i oleh ulama-ulama Irak dan Mesir hingga Hadhrat Imam Syafi'i dihina dianiaya dan dalam keadaan terbelenggu dibawa dari Yaman ke Bagdad untuk dipenjarakan. Sepanjang perjalanan ribuan orang mencaci-maki beliau dan meneriakkan kematian beliau dan beliau hanya menundukkan kepala (Kitab Harba'i Takfir hal. 23 cet. 2 April 1933).</p>
<p>4. Fatwa kafir kepada Imam Abu Hanifah akhirnya belaiu disiksa dan dianiaya dengan sangat kejam sekali yang mengakibatkan kematian beliau. Di penjara beliau diracun dan ketika racun terasa, beliau bersujud hingga beliau wafat dalam keadaan bersujud. Akibat fatwa itu bahkan kuburan beliau digali dan di tempat yang sama dikuburkan anjing dan dijadikan wc umum nauzubillah (Kitab Najalissul Mukminin hal.381, Siratun Nukman Sibli hal.63, Tarikhul Khulafa hal. 141).</p>
<p>5. Fatwa ulama-ulama Samarkand kepada Imam Bukhari r.a sebagai kafir dan tidak bertuhan akibatnya beliau dibuang negeri.</p>
<p>I.25.:         Ahmadiyah mewajibkan bai'at kepada Khalifahnya.</p>
<p>Dalam hadis Rasulullah saw. bersabda :</p>
<p>"Faiza raaitumuhuu fabayyiuhu walauhabbwan alaa salji fainnahuu khalifatullahilmahd ii"</p>
<p>Artinya : "Kalau kamu melihat Imam Mahdi maka kamu baiatlah kepadanya walaupun harus merangkak di gunung salju sekalipun karena Imam Mahdi itu Khalifah Allah".  (                                        )</p>
<p>Maka yang mewajibkan bai'at itu adalah Rasulullah saw. bukan Imam Mahdi atau orang-orang Ahmadiyah sendiri. Malah dalam hadits lain Rasulullah saw. bersabda pula kalau tidak bai'at kepada Imam zaman kita dianggap dalam kebodohan.</p>
<p>I.26.:         Ahmadiyah membajak  atau memalsukan ayat-ayat Alquran.</p>
<p>Dalam rangka 100 tahun Jemaat Ahmadiyah dari 100 terjemahan Alquran yang di cetak Ahmadiyah tidak ada ayat-ayat Alquran yang dirobah-robah atau dipalsukan oleh Ahmadiyah. Namun ada beberapa wahyu Hadhrat Masih Mau'ud a.s berupa ayat Alquran seperti surat Alqadar ayat 1 Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menafsirkan wahyu beliau itu dalam bahasa Arab dengan Kami turunkan ia dekat dari Qadian. Maksudnya hu dalamayat itu adalah beliau sendiri. Jadi tafsir kita tidak boleh menyebut pemalsuan ayat-ayat Alquran.</p>
<p>II.       Tugas Jemaat Ahmadiyah</p>
<p>2.1 :           menghidupkan agama dan menegakkan syariat Islam.</p>
<p>2.2 :           mempersatukan Islam dalam satu daulah rohani atau daulah kerohanian atau</p>
<p>sistem Khilafat.</p>
<p>2.3 :           membunuh dajjal dan lain-lain.</p>
<p>III.           Tanggapan Ahmadiyah atas kesalahpahaman :</p>
<p>3.1 :   sabar, tawakkal, dan do'a.</p>
<p>3.2 :   upaya penangkalan secara lisan dan tulisan dengan keterangan-keterang an dan</p>
<p>dalil-dalil naqli dan aqli.</p>
<p>3.3 :   upaya hukum yang berlaku.</p>
<p>3.4 :   tidak memusuhi dan tidak melakukan propaganda permusuhan. Love for all</p>
<p>hatred for none.</p>
<p>IV.     Nama Ahmadiyah ; adalah nama kasih sayang, keselamatan dan anti kekerasan</p>
<p>dalam menyebarkan dan memanggil orang-orang ke jalan Allah s.w.t.</p>
<p>Tanggung jawab kami : memanggil orang-orang di jalan Allah s.w.t, bukan ke jalan Ahmadiyah. Tetapi KALAU MELALUI AHMADIYAH DAPAT MENUJU AJARAN ALLAH S.W.T YANG SEJATI, SEHINGGA ORANG-ORANG JADI BERTUHAN, BERAGAMA, MENEGAKKAN SYARIAT, dan Islam sebagai agama keselamatan bisa berdiri kokoh via Ahmadiyah, persatuan Islam tercapai melalui Ahmadiyah, cita-cita Islam tercapai melalui Ahmadiyah. Dan Islam bisa menjadi RAHMATUL LILLALAMIN. Maka apa salahnya Ahmadiyah.</p>
<p>Maka kami bertekad , sebagai murid Imam Mahdi a.s, akan berjuang sampai akhir hayat kami untuk menyebarkan Islam, melalui Ahmadiyah,  namun dengan cara-cara seperti yang disebutkan di atas sehingga di dunia ini berdiri kerajaan Allah s.w.t melalui Islam sebagai rahmatulilalamin.<br />
Waakhiruddawana anilhamdulilahirabb il 'alamin.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dauroh Makassar : Membangun Hidup di Atas Sunnah]]></title>
<link>http://alfata18.wordpress.com/?p=83</link>
<pubDate>Sat, 17 May 2008 14:15:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>alfata18</dc:creator>
<guid>http://alfata18.id.wordpress.com/2008/05/17/dauroh-makassar-membangun-hidup-di-atas-sunnah/</guid>
<description><![CDATA[InsyaAllah akan diadakan Daurah Ilmiyah pada :
Hari : Sabtu - Ahad [24-25 Mei 2008]
Pukul : 09.00 WI]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>InsyaAllah akan diadakan Daurah Ilmiyah pada :<br />
Hari : Sabtu - Ahad [24-25 Mei 2008]<br />
Pukul : 09.00 WITA - Selesai<br />
Pemateri : Ustadz Dzulqarnain (Pimpinan Ponpes As-Sunnah Makassar)<br />
Materi : <strong>Membangun Hidup di Atas Sunnah</strong><br />
Kitab : Manzhumah Raiyyah Fissunnah; Karya : Al-Imam Abul Qasim Az-Zanjany</p>
<p><!--more--></p>
<p><strong>Info</strong> : Hamzah (UIN) 081355790669<br />
Jumaruddin (UNHAS) 085299277813<br />
Sirajuddin (UNM) : 081343581520<br />
Abdurrahman (Al-Birr) : 085254874404</p>
<p>Sumber : http://almakassari.com</p>
<p>Pamfletnya :</p>
<p><img src="http://almakassari.com/daurah/manzhumah.jpg" alt="" width="345" height="267" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadwal Kajian Ambon]]></title>
<link>http://alfata18.wordpress.com/?p=65</link>
<pubDate>Sat, 10 May 2008 12:47:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>alfata18</dc:creator>
<guid>http://alfata18.id.wordpress.com/2008/05/10/jadwal-kajian-ambon/</guid>
<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum warahmatullah..
Berikut jadual kajian terakhir yang diadakan oleh majelis ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu 'alaikum warahmatullah..</p>
<p>Berikut jadual kajian terakhir yang diadakan oleh majelis ta'lim Ahlussunnah di Ambon dan sekitarnya sebagai berikut :</p>
<p>1. Ta'lim<br />
Waktu : Ahad, Ba'da Maghrib -Isya<br />
Materi : -<br />
Pemateri : Al-Ustadz Abdussalam<br />
Lokasi : Masjid Al-Ma'ruf Jl. Pantai, Batu Merah, Ambon<br />
Peserta : Umum</p>
<p>2. Ta'lim<br />
Waktu : Senin, Ba'da Maghrib -Isya<br />
Materi : -<br />
Pemateri: Al-Ustadz Shadiqun<br />
Lokasi : Masjid Mujahidin Jl. Silale, Ambon<br />
Peserta: Umum</p>
<p><!--more--></p>
<p>3. Ta'lim<br />
Waktu : Selasa, Ba'da Maghrib -Isya<br />
Materi : -<br />
Pemateri : Al-Ustadz Saifullah<br />
Lokasi : Masjid An-Nur Jl. AY. Patty, Ambon<br />
Peserta : Umum</p>
<p>4. Ta'lim<br />
Waktu : Rabu, Ba'da Maghrib -Isya<br />
Materi : -<br />
Pemateri : Al-Ustadz Saifullah<br />
Lokasi : Masjid Al-Ma'ruf, Jl. Pantai Batu Merah, Ambon<br />
Peserta : Umum</p>
<p>5. Hadits<br />
Waktu : Kamis, Ba'da Maghrib -Isya.<br />
Pemateri : Al-Ustadz Abu Usamah<br />
Materi: Musthalah Hadits &#38; Fiqh<br />
Lokasi : Masjid Al-Mujahidin Silale-Ambon Jl. Silale, Ambon<br />
Peserta : Umum</p>
<p>6. Fiqh<br />
Waktu : Jum'at, Ba'da Maghrib -Isya.<br />
Pemateri : Al-Ustadz Saifullah<br />
Materi: Riyadhus Shalihin<br />
Lokasi : Masjid Al-Mujahidin Silale Jl. Silale, Ambon<br />
Peserta : Umum</p>
<p>7. Adab<br />
Waktu : Selasa, Ba'da Maghrib -Isya.<br />
Pemateri : Al-Ustadz Shadiqun<br />
Materi: Adab Al-Mufrad<br />
Lokasi : Masjid Al-Ma'ruf Jl. Pante Mardika, Ambon<br />
Peserta : Umum</p>
<p>8. Ta'lim<br />
Waktu : Senin-Ahad, Ba'da Shalat Maghrib -Isya<br />
Materi : -<br />
Lokasi : Desa Gemba, Pulau Seram, Kec. Kairatu, Maluku Tengah, Maluku<br />
Pengajar: Al-Ustadz Shadiqun<br />
Peserta : -</p>
<p>10. Fiqh<br />
Waktu : Setiap hari Sabtu, Ba'da Ashar<br />
Materi: Adab Az-Zifaf.<br />
Lokasi : Masjid Al-Ma'ruf Jl. Pante Batu Merah, Ambon<br />
Pemateri: Al-Ustadz Shadiqun<br />
Peserta : Akhwat/Wanita</p>
<p>11. Ta'lim Umum<br />
Waktu : Ba'da Magrib setiap hari<br />
Materi : -<br />
Lokasi : Yayasan Abu Bakar Ash-Shiddiq BTN Kebun Cengkeh, Ambon<br />
Pemateri : Asatidzah<br />
Peserta : Umum</p>
<p>12. Ta'lim<br />
Waktu : Setiap hari ba'da Magrib<br />
Materi : -<br />
Lokasi : Masjid Al-Ma'ruf Jl. Pante Batu Merah, Ambon<br />
Pemateri : Asatidzah<br />
Peserta : Umum</p>
<p>13. Bahasa Arab<br />
Waktu : Ahad-Senin, Ba'da Maghrib - Isya<br />
Materi : Tuhaftussaniyah<br />
Pemateri : Ust. Ismail Al-Amboni<br />
Lokasi : Ma'had Abu Bakr Ash-Shiddiq, Ambon<br />
Peserta : Ikhwan</p>
<p>14. Tajwid &#38;Al-Qur'an<br />
Waktu : Ahad-Senin, Ba'da Subuh<br />
Materi : Iqra Qiraati &#38; Tahfidz<br />
Pemateri : Ust. Ismail Al-Ambony<br />
Lokasi : Ma'had Abu Bakr Ash-Shiddiq<br />
Peserta : Umum/Ikhwan</p>
<p>17. Fiqh<br />
Waktu : Ahad-Senin, Ba'da Ashar<br />
Materi : Taisir Allam<br />
Pemateri : Ust. Ismail<br />
Lokasi : Masjid Jabal Qubais Desa Tantui, Ambon<br />
Peserta : Umum/Ikhwan</p>
<p>18. Bahasa Arab<br />
Waktu : Setiap hari, ba'da Maghrib - selesai<br />
Materi : Bahasa Arab<br />
Tempat : Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq, Kampung Kisar, Batu Merah Atas, Ambon</p>
<p>Kontak person : Telp: (0911) 353780</p>
<p>Keterangan:<br />
- Daurah Umum setiap Awal Bulan, Lokasi: Masjid Raya<br />
Al-Fatah Jl. Sultan Babullah Ambon.</p>
<p>Kontributor : Khadir Nursalim khadir2501 at yahoo.co.id</p>
<p>Atas kehadirannya kami ucapkan barakallahu fiikum.</p>
<p>sumber : www.salafy.or.id update tanggal 08/05/08</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The General Precepts of Ahlus-Sunnah w'al Jamaa'ah]]></title>
<link>http://strangersoasis.com/2000/09/23/the-general-precepts-of-ahlus-sunnah-wal-jamaaah/</link>
<pubDate>Mon, 01 Jan 1990 00:11:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>siraaj</dc:creator>
<guid>http://strangersoasis.com/1990/01/01/the-general-precepts-of-ahlus-sunnah-wal-jamaaah/</guid>
<description><![CDATA[by Shaykh Naasir al-Aql
Download Here
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>by Shaykh Naasir al-Aql</strong></p>
<p><a target="_blank" href="http://diversatility.wordpress.com/files/2007/09/generalpreceptsofahlussunnahwaljamaaahnaasiralaql.pdf" title="General Precepts of Ahlus Sunnah w'al Jamaa'ah">Download Here</a></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
