<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>a-day-in-a-life-of-a-cow &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/a-day-in-a-life-of-a-cow/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "a-day-in-a-life-of-a-cow"</description>
	<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 05:02:03 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[The Angel Has Come]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2008/09/23/the-angel-has-come/</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 13:29:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2008/09/23/the-angel-has-come/</guid>
<description><![CDATA[*Ehem, saya itu memang bukan blogger, cuma blogger jadi-jadian. Manusia lemah yang mudah tergoda unt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div><img style="max-width:200px;float:left;margin-top:10px;margin-bottom:10px;margin-right:10px;" src="http://flyingcow.files.wordpress.com/2008/09/dsc00210.jpg" alt="" width="152" height="112" /><em>*Ehem</em>, saya itu memang bukan <em>blogger</em>, cuma <em>blogger </em>jadi-jadian. Manusia lemah yang mudah tergoda untuk ikut-ikutan. Ketika musim <em>friendster</em>, mendaftarlah saya di situs sejuta umat itu, ketika musim blogspot, (sepertinya) saya juga mendaftar, ribut-ribut wordpress, tentunya saya juga tidak ketinggalan. Namun setelah melewati beberapa purnama, disinilah saya, meng-<em>update</em> blog saya yang mati suri sejak bulan keempat di tahun 2008. Saya memang pemalas, bahkan hanya untuk mandi sepulang <em>mburuh</em> terkadang (baca: sama sekali) tidak saya lakukan, untunglah nyonya saya sudah diungsikan menjelang hari H kelahiran hingga tidak ada protes yang melayang ke saya. Jadi begitulah, seorang <em>weekend-husband</em> yang malas atau seorang pemalas yang menjadi <em>weekend-husband</em>, terserah mana yang menurut anda lebih baik. :D</div>
<div>Kelahiran? Yap benar sekali, puji syukur ke Gusti Allah yang berkenan menitipkan amanahNya kepada keluarga muda yang masih bau riasan malam resepsi dan juga keegoisan sisa-sisa masa lajang kami. Tepat tanggal 21 Agustus 2008 kemarin, kartu keluarga kami bertambah satu daftar anggotanya, seorang putri cantik yang mempesona persis seperti Bundanya, hadir di keluarga kami. <em>Alya Fatikha Ayudha</em>, wanita mulia yang menjadi pembuka (dengan sedikit narsis nama marga dibelakang tentunya :P ). Seorang putri yang selama 40 minggu betah berlama-lama di perut sang Bunda akhirnya dilahirkan lewat proses <em>sectio</em> setelah semalaman tampaknya enggan meninggalkan tahtanya selama sembilan bulan belakangan. Adalah momen terindah sekaligus paling putus asa bagi saya, ketika hanya bisa berdiri dengan setengah sadar di depan pintu ruang operasi gara-gara tidak tidur semalaman. Tapi syukurlah Gusti Allah Maha Baik. <em>Subhanallah</em>.</div>
<div>
<p>Dan putri kecil itu kini sudah berusia sebulan lebih 2 hari, sudah membuat sang Bunda semakin pegal dari hari ke harinya karena 4 kilo bukan berat yang enteng untuk digendong-gendong setiap jamnya. Dan memang disinilah letak kecurangan saya, dimana saat seharusnya bergantian untuk menggendong sang putri, saya malah kabur ke Jakarta demi segenggam berlian dan sekarung emas untuk sang putri. :D</p>
<p>Selamat ulang bulan Alya!</p></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sembilan belas minggu ini...]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2008/04/01/sembilan-belas-minggu-ini/</link>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 11:13:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2008/04/01/sembilan-belas-minggu-ini/</guid>
<description><![CDATA[Apa yang bisa anda lakukan dalam sembilan belas minggu? Keliling dunia? Jika berpijak pada apa yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><img style="max-width:800px;" src="http://flyingcow.files.wordpress.com/2008/04/19.jpg" align="left" height="61" width="75" />Apa yang bisa anda lakukan dalam sembilan belas minggu? Keliling dunia? Jika berpijak pada apa yang Jules Verne lakukan di novelnya maka anda akan berputar 1,6 kali mengelilingi <a href="http://flyingcow.wordpress.com/2007/04/23/selamat-ulang-tahun-bumi/">Bumi</a>. Atau anda berminat untuk tidur dengan nyenyak tanpa gangguan pekerjaan atau <i>deadline</i> yang menyebalkan? Kalau itu bisa silahkan saja, saya juga berminat untuk itu. Hehe... :D</p>
<p>Minggu ke sembilan belas alias sembilan belas minggu, tidak terasa memang hitungan mundur untuk menjadi seorang ayah semakin berkurang. Trimester pertama yang dilalui dengan penuh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vomiting">emesis</a> sekarang telah menjadi kisah yang diceritakan dengan tawa malam sebelum tidur, <i>maturnuwun</i> Gusti untuk roti tawar kupas yang sekarang menjadi masa lalu sama halnya dengan berkilo-kilo rambutan yang jadi menu setiap hari. Duphaston sisa trimester pertama juga masih teronggok tanpa pernah terminum bersanding dengan nulacta yang ditebus  untuk persediaan sebulan namun hanya pernah sekali diminum.</p>
<p>Trimester pertama yang penuh cerita. Cerita tentang <i>newlyweed-couple</i> yang masih tergagap dengan aroma bulan madu. Ah, Gusti Allah memang penuh kejutan. Dan babak pertama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pregnant"><i>gravida</i></a> ini sekarang berlanjut ke trimester kedua, saat cairan amnion mulai ditelan dan saat dimana seseorang akan berkata <i>"ooh, it's a boy"</i> atau <i>"ooh, it's a girl"</i>. Harapan saya? Yang <i>boy</i> <i>gak papa</i>, yang <i>girl</i> juga akan saya syukuri, <i>wong</i> namanya juga amanah.</p>
<p><i>Eniwe,</i> selamat 20 minggu 'Jo! :) </div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tahu-tahu Tahun Baru]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2008/01/03/tahu-tahu-tahun-baru/</link>
<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 09:08:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2008/01/03/tahu-tahu-tahun-baru/</guid>
<description><![CDATA[Dan berakhirlah Tahun 2007 kemarin, hari-hari babi api yang berganti menjadi hari-hari tikus tanah. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><img style="max-width:800px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/11/Hanabi_in_Adachi-ku1.jpg/800px-Hanabi_in_Adachi-ku1.jpg" align="left" height="128" width="208" />Dan berakhirlah Tahun 2007 kemarin, hari-hari babi api yang berganti menjadi hari-hari tikus tanah. Hari-hari yang sudah menyita jatah umur saya di muka bumi. Lebih dari tiga-ratus-enam-puluh-lima malam yang akan menjadi legenda. Tahun dimana saya <acronym title="menikah maksudnya"> menyempurnakan dien </acronym> saya. </p>
<p>Sejumlah harapan ditebar, semoga yang terjadi setahun belakangan akan membawa kebaikan bagi <a href="http://flyingcow.wordpress.com/2007/04/23/selamat-ulang-tahun-bumi/">bumi</a> yang sudah hiruk pikuk ini. Tahun yang penuh bencana seperti di 2006 dan 2007 silam semoga tidak terulang lagi dan membuat manusia semakin bijak dengan lingkungannya, semoga kedamaian tercipta di bumi. Semoga <a href="http://unfccc.int/2860.php">konferensi</a> yang kemarin bakal menuai hasilnya di tahun tikus ini.</p>
<p>Dimulailah kalender baru di tahun 2008, tahunnya sepakbola (seperti kata bos MNC di iklan mereka, :P ) yang tentunya juga masih diselingi oleh tatapan sinis bapak tua penjual mainan keliling yang saya temui tentang harapan akan kesejahteraan di tahun baru ini. Apatis? Mungkin saja.<br /><i><br />New Year resolution</i> saya? Sejumlah doa pada diri saya dan keluarga tentunya. <i>Happy New Year</i> semuanya!</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tanda-tanda? Wohoo...]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2007/12/19/tanda-tanda-wohoo/</link>
<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 03:50:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2007/12/19/tanda-tanda-wohoo/</guid>
<description><![CDATA[Apakah yang paling membahagiakan bagi seorang laki-laki? Sedan baru? Deposito satu milyar? Promosi j]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Apakah yang paling membahagiakan bagi seorang laki-laki? Sedan baru? Deposito satu milyar? Promosi jabatan? Liburan ke Thailand? Atau dua hari libur yang tenang dan damai sehingga bisa meneruskan tidur dengan nyaman, aman dan bahagia? (Yang terakhir itu saya <i>banget</i> :D ). Tiap orang punya pilihannya demikian juga saya yang  sedang mengalami fase-fase kebahagiaan tersebut. Dimulai dari <a href="http://flyingcow.wordpress.com/the-wedding/">tanggal bersejarah</a> sepanjang bulan November itu, dan berlanjut di hari Selasa kemarin.
</div>
<div align="justify">Selasa pagi itu nyonya saya mengeluh mual yang menghebat (setelah sebelumnya di hari minggu mengeluh soal <i>"cuma"</i> masuk angin) dan tunggu punya tunggu, siang harinya <i>nausea</i>-nya tambah parah, ditambah <i>vomiting</i> (padahal paginya masih berargumen kalau semata <i>"cuma"</i> masuk angin, he he...). Masih di sore yang sama sisa jeruk lokam yang asemnya minta ampun kemarin juga sudah tandas tanpa sisa habis diserbu. </p>
<div align="justify"><i>"Wah, selamat ya 'djeng...."</i> kata saya pada nyonya yang langsung dibalas dengan <i>nyolot.</i> :D </p>
<p>Malamnya sepulang kantor masih mengeluh hal yang sama, <i>ya wis</i>, daripada penasaran dipakailah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pregnancy_test">tes</a> yang legendaris itu. Dan hasilnya? Hehehe...
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Just For Now Kill the President and Burn This City Down]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2007/12/17/just-for-now-kill-the-president-and-burn-this-city-down/</link>
<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 09:47:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2007/12/17/just-for-now-kill-the-president-and-burn-this-city-down/</guid>
<description><![CDATA[
Provokatif? He he, sayangnya itu cuma judul dari tiga lagu yang mengiringi hari Senin saya dari sia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">
<div align="justify">Provokatif? He he, sayangnya itu cuma judul dari tiga lagu yang mengiringi hari Senin saya dari siang selepas istirahat makan. 
<ol>
<li><b>Just For Now</b>, by Imogen Heap dari album <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Speak_for_Yourself">Speak for Yourself</a>. Sang vokalis Frou Frou masih dengan <i>angelic-voice</i> nya yang <i>ethereal</i> dan <i>soothing</i>.&#160;  </li>
<li><b>Kill the President</b>, lagu dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Drugstore_%28band%29">Drugstore</a> dimana <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Thom_Yorke">Thom Yorke</a> dari Radiohead berduet vokal dengan Isabel Monteiro sang front-woman Drugstore. <i>Melodic, hallow-nic sound</i><i> (halah), dream-pop</i>, <i>what else you can expect from a yawning day?</i> </li>
<li><b>Burn This City Down</b>, lagu dari <a href="http://www.myspace.com/inspirationaljoni">Inspirational Joni</a>, band (indie) lokal, mengaku <i>"playin some kick ass guitars, killer bass, raw synth and organ and also heart pounder drums for you to dance with"</i>, tapi yang jelas membuat saya mengulangi lagu ini 6 kali berurutan <i>and jiggling my feet along</i><i> with</i>. :D <a href="http://gudangupload.com/filelink.php?filecode=fd701fa817157b5e374e0157c2184ee6">Tertarik?</a></li>
</ol>
</div>
<div align="justify">Pesan moralnya? Jangan mendengarkan Burn This City Down dengan earphone dan volume maksimal, terlebih lagi diwaktu jam kerja. <i>It's very addictive!</i> Tapi konsekuensinya anda tidak bisa mendengar siapapun, termasuk atasan anda. Wekekeke....</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Transport Tycoon Anyone?]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2007/12/07/transport-tycoon-anyone/</link>
<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 09:09:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2007/12/07/transport-tycoon-anyone/</guid>
<description><![CDATA[Alkisah beberapa belas tahun yang lalu ketika Windows 95 begitu merajai dan game DOS-based masih ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Alkisah beberapa belas tahun yang lalu ketika Windows 95 begitu merajai dan game DOS-based masih berseliweran di <i>gamesphere</i> tersebutlah sebuah game legendaris <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/8/89/Transport_tycoon.jpg/300px-Transport_tycoon.jpg" alt="from en.wikipedia.com" align="left" height="184" width="279" />yang menyita waktu istirahat malam saya selama berpuluh-puluh malam, adalah Transport Tycoon game dari duo legenda <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chris_Sawyer">Chris Sawyer</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/MicroProse">MicroProse</a>, yang membuat saya (saat itu) terkagum-kagum dengan konsepnya. Ya, sebuah game simulasi yang memberikan skenario kepada kita untuk menjadi seorang tycoon perusahaan transportasi. Terdengar membosankan? Ho ho...tidak untuk saya, bayangkan saja disana anda mengontrol semua moda transportasi yang ada, mulai dari darat, laut, bahkan udara pun tercakup di dalamnya, ditambah dengan <i>plethora of vehicles to choose</i>, membuat game ini menantang. Masih belum terdengar menarik? Bayangkan saja SimCity (2000) namun titik beratnya ada di sektor transportasinya, disini anda adalah <i>builder</i> sekaligus <i>manager</i>, anda bisa membangun jalan yang menghubungkan kota-kota yang ada pada peta, membuat jalur kereta dari satu pabrik ke pabrik lainnya, membuat moda udara? Tentunya bisa saja. </div>
<p align="justify">Pada jamannya, animasi yang ditampilkan sangat mengesankan, simpel namun tepat sasaran, animasi bus yang mogok dan pesawat yang hendak take-off ditampilkan dalam game dengan halus dan menarik, pilihan kendaraan pun akan berkembang seiring dengan jaman (anda tidak akan menemukan Concorde ataupun kereta cepat ala <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Maglev_train"><i>Maglev</i></a> saat <i>timeline</i> game menunjuk tahun 1940). Akan tetapi sayangnya, <i>sound effect</i> untuk setiap jenis kendaraan terdengar monoton (anda tidak akan bisa membedakan suara antara Boeing dan Airbus yang hendak take-off) tapi bagi saya itu bukan masalah besar, lebih ke arah <i>icing-on-the-cake </i>saja. Yang jelas bagi saya, game ini <i>addictive! </i></p>
<div align="justify">Tertarik? <a href="http://gudangupload.com/filelink.php?filecode=bc811607dbb5d97058bc4ed02404c0d2">Disini</a> (versi TTD) atau <a href="http://www.openttd.org/downloads.php">Disana</a> (versi OpenTTD). <strike>Jangan lupa untuk set <i>compability</i>-nya ke Windows 95 </strike>(yang versi TTD). <i>Just play!</i></div>
<p>
<p>image taken from: wikipedia</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saya Khilaf, eh Kalap... (Catatan Dari Suatu Sore)]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2007/06/12/saya-khilaf-eh-kalap-catatan-dari-suatu-sore/</link>
<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 06:56:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2007/06/12/saya-khilaf-eh-kalap-catatan-dari-suatu-sore/</guid>
<description><![CDATA[
Entah apa yang ada dipikiran saya ketika di suatu sore di hari Kamis minggu lalu berbelanja buku se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1030/541962486_674c9d4e30_m.jpg" align="left" height="137" width="219" />
<div align="justify">Entah apa yang ada dipikiran saya ketika di suatu sore di hari Kamis minggu lalu berbelanja buku setara dengan 65 liter bensin murni tanpa campuran dengan harga pertamina. Ya-ya, saya memang kalap (atau khilaf?), Pesta Buku Jakarta di Istora Senayan minggu kemarin adalah saat dimana untuk sesaat saya kehilangan kesadaran, terlebih jika mengingat tujuan awal yang hanya memenuhi ajakan rekan satu kandang untuk sekedar "mampir-melihat". Tapi rupanya godaan dari ratusan rak dan ribuan judul buku yang dipajang di ratusan stand penerbit lebih mampu mempengaruhi kesadaran saya daripada sekedar tekad basa-basi saat berangkat di awal tadi.</p>
<p>Maka jadilah bensin setara 65 liter itu dihamburkan dalam wujud lembaran-lembaran kertas buku, tidak semuanya baru, bahkan dua judul berupa buku bekas (dan sialnya justru jadi yang paling mahal). Dimulai dari penyusuran di sayap kanan Istora yang didominasi oleh penerbit-penerbit "klasik" seperti Djambatan dan Salemba Empat, ketidaksadaranpun dimulai, tidak banyak yang menarik, selain buku-buku diktat kuliah yang terasa basi dan stand Majalah Anima (?), meski begitu sekitar 15 an liter bensin juga terhambur disini untuk dua buku, yang pertama <strong>Kado Menyambut Buah Hati</strong> (hehe...) dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan <strong>The Crystal Garden</strong>-nya Mohsen Makhmalbaf. Separuh putaran berlanjut ke sayap kiri, dan berderet beberapa penerbit buku-buku eksotis (menurut saya) diantaranya adalah Lontar, yang menggoda dengan harga puluhan ribu untuk karya sastra lokal terjemahannya, tapi tidak cukup mampu menggoncang tangki bensin saya. Disebelahnya, (ini salah satu godaan tersulit), <strong>Menerjang Harapan Dari Jakarta Menuju Gedung Putih</strong> ditawarkan dalam harga diskon, cukup murah dibanding harga yang dipasang oleh Gramedia, namun toh saya memilih untuk melewatinya dulu terlebih di seberangnya setumpuk buku-buku kusam lebih menarik perhatian saya. Dan disinilah "malapetaka" itu terjadi. Yang pertama cuma buku ukuran saku, bersampul kover sederhana, cuma foto dengan judul yang kapital tebal, <strong>Bung Karno: Bapakku-Kawanku-Guruku</strong>, buku lama, yang dulu ringkasannya pernah saya baca di rubrik Terawangnya Intisari, bukan berisi ide-ide besar dari Si Bung yang anti-imperialisme ataupun pidato-pidato panjangnya yang berbusa-busa dan menggugah semangat, bukan, hanya sebuah catatan ringan mirip skrip naskah dari sebuah adegan dalam film yang ditulis ulang, tapi bedanya berisi kejadian nyata sehari-hari dari BK dan Guntur Soekarno Putra (sang penulis). Lucu, menghibur, sekaligus 8,9 liter bensin!. Tapi belum separah buku kedua, yang setara 38,8 liter bensin untuk sebuah cetakan lama <strong>The Rise and Fall of the Third Reich </strong>dari William L. Shirer. Total kerusakan sejauh ini 62,7 liter.</p>
<p>Seharusnya saya segera tersadar, secara saya sudah melampaui plafon anggaran bulanan saya untuk konsumsi literatur, terlebih dua hari sebelumnya <strong>Semua Berawal Dengan Keteladanan: Catatan Kritis Rosihan Anwar</strong> dan <strong>Jejak Langkah</strong> dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pramoedya_Ananta_Toer">Pak Pram</a> juga sudah terbeli (tidak termasuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Shonen_Magz">Shonen Magz</a> yang rutin dibeli sebulan sekali), tapi di pintu keluar, buku obral sepuluh ribuan dari Penerbit Gramedia masih terlalu sayang untuk dilewatkan, maka <strong>Sekali Merengkuh Dayung</strong> dari Diah Marsidi pun kembali terbeli. Akhirnya ketidaksadaran saya pun berakhir dengan tamparan keras sore itu, Semua Berawal Dengan Keteladanan di stand itu dijual dengan harga diskon, terpaut 3,7 liter bensin dengan harga yang saya peroleh dari Gramedia Toko Buku. Siaaal!</div>
<p align="justify">&#160;</p>
<div align="justify"><em>*masih-dengan-penuh-penyesalan-untuk-3,7-liter-bensin-itu*</em></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A Twilight...]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2007/04/30/a-twilight/</link>
<pubDate>Mon, 30 Apr 2007 10:29:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2007/04/30/a-twilight/</guid>
<description><![CDATA[Bulan April, bulannya kaum wanita (setidaknya di Indonesia) bulan dimana hari ke 21 di bulan April d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://loenpia.net/blog/wp-content/uploads/2007/04/tag-lomba-photoblog.gif" align="left" height="53" width="123" />Bulan April, bulannya kaum wanita (setidaknya di Indonesia) bulan dimana hari ke 21 di bulan April diperingati sebagai Hari Kartini, seorang pelopor kebangkitan kaum wanita, seorang lentera yang bersinar jauh sebelum sebagian dari kaumnya menyadari. Dan tulisan kali ini pun ditujukan untuk merayakan hari itu, tidak bermaksud apa-apa, hanya sebuah keping sisa di suatu sore, meskipun dalam konteks pemaknaan yang dangkal dan personal.  <!--moreLha kok bisa...?--> Dangkal, karena keterbatasan kemampuan dan kesempatan saya dalam rangka <a href="http://loenpia.net/blog/lomba-photoblog-loenpia/">itu</a> (sekali dayung dua-pulau terlampaui? :D hehe..) dan personal karena tulisan ini didedikasikan untuk seseorang nun jauh di sana, seseorang yang berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya. Seseorang yang berjuang membangun tangga untuk melukiskan bintang yang cemerlang di langit cita-cita. <em>Someone that I called love</em>. Ya, tulisan ini untukmu sayang.</p>
<p align="justify"> <img src="http://farm1.static.flickr.com/201/478132667_36c7a766eb_m.jpg" /><br />
caption: girl in shadow #1<br />
date: 29 April 2007, P2UKM</p>
<p><img src="http://farm1.static.flickr.com/181/478103759_10820e754f_m.jpg" /><br />
caption: girl in shadow #2<br />
date: 29 April 2007, Bandengan</p>
<p><img src="http://farm1.static.flickr.com/221/478113494_3ea9d85a73_m.jpg" /><br />
caption: with hope<br />
date: 29 April 2007, P2UKM</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Ulang Tahun Bumi!]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2007/04/23/selamat-ulang-tahun-bumi/</link>
<pubDate>Mon, 23 Apr 2007 01:04:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2007/04/23/selamat-ulang-tahun-bumi/</guid>
<description><![CDATA[*
Saya memang sok tahu, padahal kapan bumi diciptakan oleh Sang Maha Pencipta pun saya tidak tahu, t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://img172.imageshack.us/img172/1206/untitled2lb4.jpg" height="219" width="287" /><strong><em>*</em></strong></p>
<p align="justify">Saya memang sok tahu, padahal kapan bumi diciptakan oleh Sang Maha Pencipta pun saya tidak tahu, tapi dengan gayanya (sok) bilang selamat ulang tahun Bumi.<em> Kewenangan ilmiah*</em>* untuk itu pun saya tidak punya, apalagi teori-teori yang rumit tentang muasal penciptaan kehidupan. Tapi sudahlah, yang jelas saya cuma tahu Bumi tempat saya berpijak dan <em>nunut urip</em> (red: numpang hidup) di dalamnya selama 23 tahun masa kehidupan saya dirayakan harinya oleh orang-orang yang percaya kalau Minggu, 22 April kemarin adalah hari Bumi, Bumi tua yang kita semua hidup, berjalan, bernafas dan berbiak di dalamnya sejak dari jaman manusia masih percaya kalau mereka hidup di atas piring raksasa sampai mereka bisa melihat dengan mata sendiri wajah Bumi yang mereka tinggali itu. Tapi jangan tanya saya kemarin itu ulang tahun yang keberapa, jawabannya <em>mbuh</em> (red: tidak tahu), pun menanyakan makan-makan yang diberikan oleh sang Bumi, <em>lha wong</em> setiap hari baru yang kita nikmati bagi saya adalah makan-makan yang diberikan Bumi kepada kita atas <em>kerso</em> (red: kehendak) dari Sang Pemberi Kehidupan. <!--moreLanjut?--></p>
<p>Bumi tua yang mulai lelah, Bumi yang harus menanggung ampas sisa-sisa (konon) peradaban manusia di tiap relung tubuhnya, entah di pedalaman hutan tropis kalimantan, di dataran pegunungan di pulau cenderawasih, atau di jalanan (konon) <a href="http://flyingcow.wordpress.com/2006/10/05/hello-world/">ibukota negara bernama Indonesia</a> yang setiap hari menghadiahkan ampas-ampas sisa peradaban itu ke udara. Namun Bumi tetaplah Bumi, ia tetaplah seorang Ayah pemaaf untuk anak-anaknya yang dengan kurang ajar menggores cat mobil baru milik keluarga yang kreditnya belum lunas hanya untuk menorehkan bukti kecerdasan mereka yang salah tempat. Berarti Bumi tidak pernah marah? Tidak, Bumi tetap marah walaupun dalam kemarahannya pun ia tetaplah Ayah pemaaf, dan seperti anak-anak yang takut dengan kemarahan sang Ayah yang tahu mobil baru (kreditan) miliknya digores-gores, kita takut dengan kemarahan Bumi. Kita pun jeri dengan amukan Bumi, kita takjub, terpesona sekaligus ngeri namun masih melakukan hal-hal yang sama dari hari ke hari seolah sengaja ingin memancing kemarahan sang Ayah (lagi).</p>
<p>Bumi tua yang kita pijak bersama ini lelah, tapi ia tetap tidak akan beristirahat sampai Sang Maha Memutuskan memerintahnya untuk beristirahat, sampai hari itu tiba Bumi masih akan terus bekerja, demi anak-anak manusia yang berlarian dengan ceria di atas tubuhnya, betapapun sakitnya.</p>
<p>Selamat Hari Bumi!</p>
<p><em><br />
*</em> <em>gambar diambil dari: Homeland (c) <a href="http://studiokasatmata.com/home.php">Studio Kasat Mata</a></em><br />
<em>** kata yang sering diucapkan Arai dalam <a href="http://www.bububookshop.com/index.php?option=com_simple_review&#38;review=46-Sang-Pemimpi-Andrea-Hirata&#38;Itemid=92">Sang Pemimpi</a></em></p>
<p><em>nb: ada (konon) <a href="http://blog.faniez.net">selebblog</a> yg merayakan ulangtahunnya juga kemarin, hehe...</em></p>
<p><a href="http://studiokasatmata.com/home.php"></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Marathon Nonton...]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2007/01/29/marathon-nonton/</link>
<pubDate>Mon, 29 Jan 2007 00:58:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2007/01/29/marathon-nonton/</guid>
<description><![CDATA[Weekend kemarin, setelah rampung dengan segala tetek-bengek urusan“rumah-tangga”, rencana saya m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><em>Weekend</em> kemarin, setelah rampung dengan segala tetek-bengek urusan“rumah-tangga”, rencana saya mau nonton pementasan terakhir Kunjungan Cinta-nya Teater Koma sekaligus foto-foto ambil gambar, tapi berhubung hujan yang ujug-ujug jadi akrab dengan langit Jakarta akhir-akhir ini, terpaksa saya harus membatalkan rencana tersebut. Kecewa memang, tapi mau apalagi, toh saya tidak senekat itu, lagipula minggu kemarin juga sudah nonton tapi belum sempat foto-foto. Mungkin lain kali…</p>
<p>Akhirnya saya berpaling pada setumpuk dvd yang baru dibeli, belum sempat ditonton, saya pikir inilah saat yang tepat untuk menontonnya, sore hari, langit kelabu, hujan yang turun terus menerus dan suhu udara yang turun dibawah rata-rata normal, apa yang bisa dilakukan selain tidur, makan, nonton tv, atau kelonan (berhubung yang ini belum boleh, ya terpaksa ndak dilakukan) :D . Akhirnya dvd tadi yang jadi korban, mumpung ada waktu. Film pertama yang saya tonton adalah <a href="http://www.imdb.com/title/tt0046438/">Tokyo Monogatari</a> (Tokyo Story) film hitam-putih yang konon disebut-sebut sebagai <em>masterpiece</em> dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yasujiro_Ozu">Yasujiro Ozu</a>, sang <em>quiet master</em>. <!--more-->Ceritanya sih sederhana, cuma masalah keluarga, orangtua yang tinggal di desa datang mengunjungi anak-anaknya yang tinggal di kota besar (Tokyo), simpel, benar-benar simpel, bahkan sampai ke pergerakan kamera dalam film yang (juga) simpel, sepanjang saya tonton, kamera hanya bergerak satu kali pada satu scene, ketika kamera mengikuti dari belakang gerakan Bapak-Ibu Hirayama yang berjalan di tepi pantai. Dan cuma itu! Sepanjang film, posisi kamera lebih banyak diam, istilahnya <em>stand-still</em>, mulai dari scene dialog antar tokoh, sampai perpindahan antar scene, gambar yang tersaji adalah gambar yang diambil dari posisi kamera yang diam. Namun disinilah Yasujiro Ozu mempunyai <em>trademark</em>, maka tidak salah jika seorang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peter_Bradshaw">Peter Bradshaw</a> memberi julukan Ozu sebagai <em>The Quiet-Master</em>. Tentang cerita? Secara saya bukan seorang tukang kritik film profesional dengan segala istilah-istilah rumit yang hanya ada dibuku maka saya punya standar yang gampang untuk mengklasifikasikan sebuah film bagus atau tidak, sebuah film akan saya sebut bagus jika dalam setengah jam pertama nonton saya tidak ngantuk lalu tanpa sadar jatuh tidur, dan Tokyo Monogatari membuat saya terjaga sepanjang film sampai di akhir <em>credit-title </em>saya memberikan tepuk tangan. Untuk film yang saya sebut kurang bagus? Film-film yang ketika saya terbangun bahkan saya lupa judulnya.</p>
<p>Film kedua, <a href="http://www.imdb.com/title/tt0398913/">DOA</a>, pernah dengar DOA kan? Game X-box laris yang digemari banyak laki-laki karena “gambarnya”, maka filmnya Corey Yuen tadi juga tidak jauh beda dari “gambar” dalam gamenya (red: Corey Yuen ini sutradaranya, bukan yang main!). Film yang menyiksa, secara saya dalam setengah jam pertama harus berjuang melawan kantuk, hanya demi <a href="http://www.imdb.com/name/nm0883480/">Holly Valance</a> yang dalam film berlari-lari kesana kemari dalam “busana-yang-agak-kurang-sopan”. Tidak banyak yang bisa diceritakan disini selain mbak Holly yang “segar”.<span>  </span>Film ketiga, <a href="http://www.imdb.com/title/tt0100998/">Dreams (Yume)</a> dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Akira_Kurosawa">Akira Kurosawa</a>, film yang terdiri dari kumpulan film pendek, dan terbagi dalam beberapa “dreams”, satu yang paling saya suka adalah “The  Peach Orchard”, sebuah kombinasi powerful dari warna, komposisi dan <em>scoring</em>, <em>feast for eyes!</em> Satu yang sama-sama <em>feast for eyes</em> adalah “Crow” dimana <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Martin_Scorsese">Martin Scorsese</a> muncul sebagai salah satu cast. Film keempat adalah <a href="http://www.imdb.com/title/tt0053134/">Ohayo! (Good Morning)</a>, lagi-lagi dari Yasujiro Ozu, cuma kali ini gambarnya sudah berwarna (dimana termasuk dari sedikit film-film Ozu yang sudah berwarna), di luar kebiasaan, Ohayo adalah film komedi dari Ozu, dan seperti seharusnya komedi, film ini sukses membuat saya tertawa sepanjang durasinya terlebih adanya adegan-adegan bodoh yang melibatkan <em>farting</em>. Film yang simpel, berpusat pada kakak-adik Minoru dan Isamu yang menolak untuk bicara demi mewujudkan televisi yang jadi keinginan mereka. Ingat karakter Dwayne di <a href="http://www.imdb.com/title/tt0449059/">Little Miss Sunshine</a>?</p>
<p>Benar-benar marathon yang melelahkan, dari hari sabtu sampai minggu total empat film yang saya tonton, namun saya masih menyisakan yang terbaik untuk terakhir, <a href="http://www.imdb.com/title/tt0089881/">Ran (Chaos)</a>,masterpiece terakhir dari Akira Kurosawa (konon).</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Potong Sapi Masak di Kuali...]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2007/01/03/potong-sapi-masak-di-kuali/</link>
<pubDate>Wed, 03 Jan 2007 10:10:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2007/01/03/potong-sapi-masak-di-kuali/</guid>
<description><![CDATA[Jadi tanggal 31 Desember kemarin itu selain hari terakhir di 2006 juga sekaligus Idul Adha alias Idu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Jadi tanggal 31 Desember kemarin itu selain hari terakhir di 2006 juga sekaligus Idul Adha alias Idul Qurban...musimnya sapi dan temen-temennya untuk merasa takut, tidur ndak tenang, makan ndak enak, isine cuma resah, panik dan kuatir! Saya juga ikut kuatir sih, kuatir kalo-kalo tensi darah naik gara-gara kebanyakan makan daging :D (sapi kok makan sapi!)</div>
<p>
<div align="justify">Kalo gini ini rasanya kok pengen jadi vegetarian ya? (omong tok sih...) :D<br /><i><br /></i></div>
<div align="justify"><img src="%3Ca%20href=%22http://img153.imageshack.us/my.php?image=pic041bzq7.jpg%22%20target=%22_blank%22%3E%3Cimg%20src=%22http://img153.imageshack.us/img153/9374/pic041bzq7.th.jpg%22%20border=%220%22%20alt=%22Free%20Image%20Hosting%20at%20www.ImageShack.us%22%20/%3E%3C/a%3E" /><i><img src="http://img153.imageshack.us/img153/9374/pic041bzq7.jpg" height="140" width="120" /></i><i>&#160; &#160;</i><i><img src="http://img441.imageshack.us/img441/2472/pic048amh8.jpg" height="140" width="120" /> &#160;<img src="http://img153.imageshack.us/img153/9816/pic047ft6.jpg" height="143" width="187" /></i>  </div>
<p><i><br />&#160;&#160;  &#160;&#160;  &#160;&#160;  &#160;&#160;  </i></p>
<p><i></p>
<p></i>
<div align="left"></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mendadak Kopdar]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2006/12/26/mendadak-kopdar/</link>
<pubDate>Tue, 26 Dec 2006 11:21:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2006/12/26/mendadak-kopdar/</guid>
<description><![CDATA[Jadi ceritanya kemarin minggu itu saya berkesempatan datang kopdar di Plangi, setelah hari kamisnya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Jadi ceritanya kemarin minggu itu saya berkesempatan datang kopdar di Plangi, setelah hari kamisnya ujug2 (red: mendadak; jawa) diundang sama <a href="http://blog.faniez.net/" title="Fany">Fany</a> (pas tulisan ini dibuat, blognya lagi bandwith exceed...hehe) buat kumpul2. Kaget juga, secara saya baru anak kemarin sore di milisnya <a href="http://loenpia.net" title="loenpia">Loenpia</a>. </p>
<p>Dateng paling telat, disana sudah kumpul mas (atau bapak ye?) <a href="http://bahtiar.com" title="bahtiar's blog">Bahtiar</a>, mas <a href="http://i-bebek.net" title="bebek's blog">Bebek</a>,  mas <a href="http://irwan.web.id" title="irwan's blog">Irwan</a>, mas <a href="http://bangsari.web.id" title="bangsari's blog">Bangsari</a>, eh, bareng <a href="http://www.friendster.com/7261107" title="prendster gitu....">Rita</a> dan Fany juga ding, total 7 orang. Merasa aneh untuk pertama kali, lha secara baru pertama kali ketemu, akhirnya mulai <em>get-in-touch</em> juga....plus jadi tau rasane kopdar blogger untuk pertama kalinya... :D</div>
<p>Pareng....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Morning Blues...]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2006/11/26/morning-blues/</link>
<pubDate>Sun, 26 Nov 2006 01:35:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2006/11/26/morning-blues/</guid>
<description><![CDATA[Ufh&#8230;sekali lagi saya menjadi makhluk nocturnal yang bersaksi atas tenggelamnya matahari di ant]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ufh...sekali lagi saya menjadi makhluk nocturnal yang bersaksi atas tenggelamnya matahari di antara gedung-gedung jakarta dan terbitnya matahari di langit buram kota yang sama.</p>
<p>Suatu pertanyaan yang tidak pernah jelas terjawab tentang apa dan kenapa, yang jelas hal ini sudah terjadi untuk kesekian kalinya. Saat malam minggu merupakan malam yang dinikmati bersama dengan keluarga (entah dalam bentuk ayah, ibu, anak, istri atau calon istri sekalipun) saya justru menyibukkan diri saya dengan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan dari Senin sampai Jumat, ah, deadline memang menyebalkan!</p>
<p>Saya tidak pernah suka untuk ber-nocturnal ria, walaupun kenyataanya lumayan sering, padahal insomnia pun tidak. Tidur saya seperti batu, seperti bayi, seperti kayu. Tenang, penuh kedamaian, meskipun sering ketika bangun pagi terasa pegal seperti habis dihajar oleh satu peleton Satpol PP lengkap dengan pentungannya. </p>
<p>Melewati hari tanpa memejamkan mata seperti yang dianjurkan oleh dokter jelas bukan gaya hidup yang sehat, gaya hidup teladan pun apalagi. Tapi aneh, ketika saya berada di jalan untuk kembali ke rumah di pagi hari, ada satu rasa puas, penuh kelegaan, suatu pagi yang seolah-olah penuh kemenangan dimana jalanan masih sepi dan saya dapat melaju ditengah cercah mentari yang menenangkan, bebas dan tanpa hambatan. Dengan pundak yang lega maka tidur pun menjadi urutan nomor entah ke seratus berapa.  Tapi tidak hari ini.</p>
<p>-sayayangmasihmengantukdanbelumberolehkesadaransepenuhnya-</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[H for Homesick!]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2006/10/16/h-for-homesick/</link>
<pubDate>Mon, 16 Oct 2006 08:52:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2006/10/16/h-for-homesick/</guid>
<description><![CDATA[Sial, saya memang belum pernah keluar negeri ataupun jauh dari Indonesia, tapi entah kenapa seminggu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sial, saya memang belum pernah keluar negeri ataupun jauh dari Indonesia, tapi entah kenapa seminggu terakhir ini saya mengalami homesick yang luar biasa, bukan kepada Indonesia <em>lha wong</em> saya masih di Indonesia, di Jakarta tepatnya, tapi saya lagi homesick pada hometown saya, sebuah kota yang panas, kering, berdebu dan bikin item, Semarang.</p>
<p>
<p style="text-align:justify;">Kadang-kadang saya terharu lho, jika perasaan homesick saya sudah sedemikian parahnya, biasanya sih saat-saat setelah selesai shalat Isya dan selesai <em>ndarus</em> Al Quran, perasaan kosong dan merindukan rumah itu keluar. <em>Gebleg</em> memang, terlebih jika mengingat sebenarnya Jakarta dengan Semarang hanya sepelemparan batu (tentunya jika dibandingkan dengan Semarang-Merauke gitu). Walaupun merasa konyol tapi gimana lagi? Apalagi dalam lima hari terakhir berurutan ini setiap saya keluar rumah, kapan pun dan dimanapun, pasti<em> accidentally</em> bertemu dengan kendaraan dengan plat nomor H yang berarti plat nomor untuk Karesidenan Semarang dan sekitarnya, sebutlah itu cuma keberuntungan, tapi bagi saya itu <em>trigger</em> untuk homesick saya menjadi semakin parah dari hari kehari. Sebenarnya apa sih yang hebat dari kota itu? Mungkin jawaban dari teman saya bisa sedikit memperjelas masalah, <em>home is a place that you miss it</em>, dan saat ini saya lagi parah-parahnya kangen pada rumah itu. </p>
<p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada satu perasaan yang tidak terkatakan ketika saya menginjakkan kaki di Semarang, suatu perasaan hangat dan nyaman yang membuat saya merasa damai, suatu <em>oase </em>di hati saya, suatu pembaringan yang nyaman bagi mental saya yang kelelahan. Kadang di larut malam, rangkaian memori ketika saya masih menjadi penghuni kota itu keluar satu demi satu dalam fragmen-fragmen sephia yang terangkai seperti sebuah roll film, sekeping-demi-sekeping tersusun hingga menjadi kanvas yang berisi kilas balik masa lalu saya di kota itu. Ada kenangan yang tertinggal dan ada kenangan yang terlukis dengan indah di dalam kanvas, yang semuanya hanya menyebabkan homesick saya bertambah buruk.</p>
<p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Suatu masa ketika saya pulang untuk menyelami lagi kenangan itu, saya pernah menghabiskan waktu hampir seharian hanya untuk berputar-putar tanpa arah di kota itu, melaju nyaman dalam sebuah sedan butut dan masuk ke jalan tol hanya untuk menguji <em>top-speed</em>nya, seperti orang idiot memang, tapi tetap ada perasaan hangat yang <em>unspeakable</em>, ada suatu pesona yang <em>irresistable</em> walaupun secara sadar, ya itu cuma jalanan biasa dengan lalu lintas yang biasa seperti kota lainnya di Indonesia, itu bukan Singapura dengan segala keteraturannya atau Jerman dengan <em>autobahn</em> dan atau Amerika dengan <em>interhighway</em>-nya tapi tetap, itu adalah sebuah kesenangan yang mungkin sok romantis.</p>
<p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mungkin benar kata teman saya tadi, bahwa home adalah <em>where you miss it,</em> ada suatu shangrilla yang masing-masing kita ciptakan dan kita impikan, suatu tempat sempurna yang masing-masing kita punya, <em>*sigh</em>, tapi bagi saya shangrilla itu ya cuma Semarang itu tadi, <em>that`s it</em>! Tapi ndak tahu juga sih, mungkin jika besok saya sudah kenal mana-mana lagi selain Jakarta-Semarang-Balikpapan, mungkin shangrilla saya akan berubah, jadi sementara ini biarlah saya memimpikan shangrilla saya yang membuat saya homesick beberapa hari terakhir ini dengan indahnya. Tabik. </p>
<p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sayayanglagiamatsangatmerindukanuntukpulang!</p>
<p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">update: untung libur lebaran tinggal beberapa hari lagi :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kupu-kupu?]]></title>
<link>http://flyingcow.wordpress.com/2006/10/06/kupu-kupu/</link>
<pubDate>Fri, 06 Oct 2006 03:56:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>sapiterbang</dc:creator>
<guid>http://flyingcow.id.wordpress.com/2006/10/06/kupu-kupu/</guid>
<description><![CDATA[Seperti ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, demikian juga tentunya dengan orang-orang disek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seperti ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, demikian juga tentunya dengan orang-orang disekitar saya yang bermetamorfosis menjadi "sesuatu" demi masa depan mereka masing-masing. Cita-cita demikian waktu kecil kita menyebutnya, mimpi, kata teman-teman sepermainan kita dulu. </p>
<p style="text-align:justify;">Seorang kawan bercita-cita menjadi seorang dokter, gara-gara ingin punya jubah putih bersih yang dipakai Pak Dokter tetangganya, kawan yang lain bercita-cita menjadi seorang guru gara-gara kagum dengan Ibu guru wali kelas kami di TK dulu, kawan satunya lagi malah bercita-cita menjadi sopir bus, gara-gara nggak ingin seperti ayahnya seorang kernet bus yang cuma jadi asisten sopir bus. Saya sendiri bercita-cita menjadi seorang ustadz, gara-gara pesona si Da`i Sejuta Umat, Zainuddin MZ. </p>
<p style="text-align:justify;">Lalu mulailah kita baik secara sadar maupun tidak sadar merintis jalan untuk meraih cita-cita itu, mendirikan tangga maha tinggi untuk mencapai cita-cita yang tergantung di awang-awang langit lapis ke lima, atau cukup membikin bangku kayu untuk meraih impian yang digantung di pohon belimbing depan rumah. Mulailah kita sekolah, mulailah kita berada di babak pertama dalam drama ratusan babak menuju impian, mulailah kita berada ditengah-tengah pentas agung kehidupan yang disutradari oleh Tuhan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saat masih di SD cita-cita itu tidak lebih dari sebuah pertanyaan menyebalkan dari Ayah, Ibu, Kakek, Paman, Guru, Tetangga, dan Orang-orang kurang kerjaan lainnya tentang mau jadi apa kalau besar nanti, tidak lebih.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi disaat drama tadi mulai memasuki fase konflik, cita-cita itu tentunya lebih dari pertanyaan tolol tadi, cita-cita kita adalah masa depan kita, jalan hidup kita, sesuatu yang tentunya lebih serius daripada sekedar (ingin jadi) dokter, guru, sopir bus ataupun ustadz, tapi adalah sebuah perjuangan yang harus kita menangkan. </p>
<p style="text-align:justify;">Waktu yang dihabiskan kemudian menjadi sebuah perjalanan untuk mencari jati diri, untuk aktualisasi diri, untuk membuktikan hipotesa yang telah dibuat saat kecil. Beberapa orang kemudian berhasil menyusun postulat dirinya dengan mudah, sebagian membuktikan eksistensi dirinya dengan mati-matian, sebagian lain hanya berputar-putar kelelahan dalam pencarian diri yang tidak kunjung ketemu. Walaupun tidak ada yang pernah tahu seperti apa diri kita sebagaimana yang telah tertulis di Lahul Mahfudz, sekali lagi hanya bergulirnya waktu yang akan membuka lembaran-lembaran skrip yang telah ditulis itu, ditulis dengan sangat rinci sampai ke hitungan sekon dan mili sekon.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dua puluh tahun lebih masa kemudian terlewati, drama agung karya Tuhan inipun mulai memasuki puncak ekstasenya, cerita mulai bergulir di <em>twist</em> yang bakalan mempengaruhi plot cerita di babak berikutnya, bagian yang paling menegangkan dan menarik kalau di sinetron. Anak-anak kecil yang dulu berceloteh dengan tanpa beban ingin menjadi dokter, guru, sopir bus dan ustadz pun kini sudah berubah, tangga yang mereka bangun maupun bangku kayu yang mereka bikin sudah berbentuk sekarang, namun tidak seperti yang mereka bayangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang dokter kini menjadi seorang pemilik sebuah toko ponsel, sang guru kini seorang (calon) dosen yang melanjutkan kuliah keluar negeri, sang sopir bus kini seorang programmer di sebuah <em>software-house</em> partikelir, dan sang ustadz kini terjebak dalam tubuh seorang pegawai yang bekerja (konon) demi negara tanpa menyisakan sedikit pun cita-cita untuk menjadi ustadz seperti dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti halnya kupu-kupu yang tidak semuanya berwarna menarik, demikian juga dengan cita-cita yang tidak semuanya seperti apa yang kita impikan dahulu. Atau mungkin ini saatnya kita untuk bermimpi dan bercita-cita lagi sebagaimana puluhan tahun lampau, namun kali ini pertanyaannya bukan dari Ayah, Ibu, Kakek, Paman atau siapapun tapi dari diri kita sendiri, "Jadi apa ya kita 20 tahun ke depan?"</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
